Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN Indonesia Power Perkuat Kelistrikan Papua Lewat Dua Kerja Sama Strategis
Rabu, 6 Agustus 2025 14:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkuat keandalan pasokan listrik di Papua melalui dua kerja sama strategis di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen memperluas akses listrik di wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi tantangan elektrifikasi.
Kedua kerja sama tersebut mencakup serah terima pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Biak-1 berkapasitas 15 megawatt dan penandatanganan perjanjian operasi dan pemeliharaan berbasis kinerja (performance-based contract) untuk PLTU Holtekamp 50 megawatt. Penandatanganan dilaksanakan di Bandung, Kamis (1/8/2025).
Direktur Utama PLN Indonesia Power Benardus Sudarmanta menegaskan bahwa kehadiran PLN IP di Papua merupakan bentuk pengabdian untuk menjamin akses energi yang berkelanjutan dan andal.
“Tugas kami bukan hanya menjaga pasokan listrik, tapi juga menjalankan amanat konstitusi: memastikan seluruh masyarakat, termasuk di Papua, mendapatkan akses energi yang andal dan berkelanjutan. Kolaborasi ini adalah bentuk nyata PLN IP hadir untuk Indonesia,” ujar Benardus.
Baca juga : Kemenperin Gelar Specialty Indonesia, Perkuat Industri Olahan Dalam Negeri
Serah terima pengelolaan PLTMG Biak-1 dilakukan di hadapan Direktur Operasional Gas PLN IP, Purnomo, dan General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, serta perwakilan PT Wijaya Karya Konsorsium.
Purnomo menjelaskan, PLTMG sangat cocok untuk wilayah seperti Papua yang memiliki sistem kelistrikan kecil dan tersebar secara geografis.
Selain efisien, pembangkit ini juga memiliki emisi rendah dan bentuk fisik yang ringkas. “PLTMG sangat ideal untuk wilayah seperti Papua yang memiliki sebaran geografis luas dan sistem kelistrikan kecil. Ini mendukung transisi energi, sekaligus memberikan layanan yang cepat dan fleksibel bagi masyarakat,” kata Purnomo.
Sementara itu, penandatanganan perjanjian kerja sama untuk PLTU Holtekamp dilakukan oleh Direktur Operasional Batubara PLN IP, M. Hanafi Nur Rifai, bersama GM PLN UIW Papua dan Papua Barat. PLTU tersebut kini menjalani transformasi menuju sistem berbasis kinerja serta pengembangan inovasi teknis berupa modifikasi chain grate stoker.
"Inovasi yang sudah berhasil kami terapkan di unit Sanggau kini kami replikasi di Holtekamp. Kami berkomitmen mendukung sistem kelistrikan Papua agar semakin andal,” ujar Hanafi.
Baca juga : IHSG Melemah Di Awal Pekan, Tertekan Data Tenaga Kerja AS
Papua sendiri memiliki sistem kelistrikan yang kompleks, terdiri atas delapan sistem besar dan sekitar 300 sistem kecil.
Menurut Diksi Erfani Umar, sekitar sepertiga masyarakat Papua masih belum mendapatkan akses listrik.
“Meskipun kapasitas kecil, gangguan di sistem Papua bisa berdampak besar dan langsung terasa hingga ke Jakarta. Karena itu, kami percaya PLN IP mampu menjaga keandalan dan meningkatkan kinerja sistem di sini,” kata Diksi.
Ia menambahkan, pembangkit seperti PLTU Holtekamp harus menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Papua. Kerja sama yang dijalin diharapkan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
“Papua membutuhkan kita. Ini bukan sekadar kontrak bisnis, tapi ladang pengabdian untuk membantu rakyat membuka akses listrik, pendidikan, dan ekonomi bagi saudara-saudara kita di timur Indonesia,” ujarnya.
Baca juga : Parlemen Indonesia Dan Mexico Sepakat Tingkatkan Kerjasama
Benardus menegaskan bahwa PLN Indonesia Power terus memperluas peran di wilayah timur Indonesia sebagai bagian dari target rasio elektrifikasi 100 persen dan kontribusi terhadap agenda nasional.
"Kami hadir di Papua bukan hanya untuk mengoperasikan pembangkit, tapi untuk memastikan bahwa listrik menjadi penggerak peradaban dan kesejahteraan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap negeri,” kata Benardus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya