Dark/Light Mode

Iran Cari Jaminan Keseriusan AS Dalam Pencairan Aset Beku

Sabtu, 11 April 2026 22:26 WIB
Bendera Iran (Foto: Pexels)
Bendera Iran (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran terus berupaya mencari jaminan untuk memastikan keandalan komitmen Amerika Serikat (AS) untuk melepaskan aset beku negara tersebut.

"Sebagai hasil tekanan dan negosiasi, pihak Amerika setuju mencairkan aset Iran yang dibekukan. Amerika mengumumkan bahwa mereka telah membawa tim ke Islamabad untuk konsultasi di bidang keuangan, agar kedua pihak dapat mencapai kesepakatan terkait hal tersebut," ungkap sumber Iran di Islamabad, Pakistan, seperti dikutip Tasnim, Sabtu (11/4/2026).

"Mengingat sejarah janji yang dilanggar dan kegagalan sebelumnya dari Amerika Serikat dalam mentransfer aset Iran yang dibekukan, Iran mencari cara untuk memastikan keseriusan Amerika dalam hal ini," tambah sumber tersebut.

Baca juga : Krisis Harga Minyak Jadi Peluang, Sektor SDA Bisa Jadi Penopang Ekonomi

Setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan sejumlah komandan militer pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melakukan serangan terhadap posisi Amerika dan Israel di kawasan tersebut serta wilayah pendudukan.

Serangan balasan kuat Iran selama 40 hari disebut menyebabkan kerusakan signifikan pada aset militer Amerika dan Israel.

Baca juga : PLN dan Kejari Jakarta Barat Perkuat Pengamanan Aset untuk Keandalan Listrik

Dalam upaya meredakan situasi, mediasi oleh Pakistan menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, yang memungkinkan dilakukannya negosiasi di Islamabad.

Iran telah mengajukan rencana sepuluh poin untuk pembicaraan tersebut, yang mencakup tuntutan penarikan pasukan Amerika, pencabutan sanksi, serta kendali atas Selat Hormuz yang strategis.

Tasnim menyebut, Pemerintah Iran tetap menunjukkan sikap tidak percaya terhadap Amerika Serikat. Mereka meyakini negosiasi itu tak ditujukan untuk menyelesaikan konflik. Negosiasi itu disebut hanya memindahkan medan pertempuran ke ranah diplomatik.

Baca juga : Erika Carlina, Mesra Dengan Mantan Pacar

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.