Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memastikan, pihaknya akan menindak tegas setiap upaya kapal militer yang melintasi Selat Hormuz. IRGC hanya mengizinkan kapal sipil untuk lalu lalang di Selat Hormuz. Itu pun harus memenuhi syarat tertentu.
“Angkatan Laut IRGC memiliki kendali penuh yang cerdas dan kuat atas Selat Hormuz,” demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip Tasnim, Minggu (12/4/2026).
IRGC juga membantah laporan media yang menyebut kapal Amerika melintasi Selat Hormuz. “Setiap upaya kapal militer untuk melintas (di selat) akan ditindak dengan keras dan tegas," tandas IRGC.
Baca juga : Trump Tangguhkan Serangan ke Iran 2 Minggu, Asalkan Selat Hormuz Dibuka
Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Iran tegas membantah klaim CENTCOM mengenai operasi kapal AS di Selat Hormuz.
“Klaim komandan CENTCOM yang menyebut kapal Amerika mendekat dan memasuki Selat Hormuz sangat kami bantah,” kata Juru Bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia, Sabtu (12/4/2026).
"Angkatan Bersenjata Iran memiliki keunggulan dalam mengawasi perlintasan kapal apa pun yang melintasi Selat Hormuz," imbuh keterangan tersebut.
Baca juga : Tak Terganggu Gempa, Malut United Incar Poin Penuh di Kanjuruhan
Pernyataan itu muncul setelah CENTCOM mengklaim pasukannya mulai menyiapkan kondisi untuk pembersihan ranjau di Selat Hormuz pada 11 April 2026, ketika dua kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS beroperasi.
"Hari ini, kami memulai proses untuk membuka jalur baru, dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong kelancaran arus perdagangan,” kata Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.
Baca juga : Iran Izinkan Kapal Malaysia Lintasi Selat Hormuz, PM Anwar Ucapkan Terima Kasih
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya