Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KJRI Melbourne Infokan Peluang Perawat Indonesia Kerja Di Australia
Jumat, 17 April 2026 11:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne bersama Indonesian Professionals in Healthcare (IPHC) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Daerah Kabupaten Sumbawa Barat menyelenggarakan Hybrid Webinar Series bertemakan “Pathways and Opportunities for Nurses from Indonesia to Work in Australia” pada Rabu, 15 April 2026 pukul 18.30 AEST.
Sebanyak 300 peserta dari berbagai kalangan hadir secara daring maupun luring. Hal tersebut menjadikan webinar ini menjadi salah satu forum lintas negara terbesar Indonesia –Australia di bidang ketenagakerjaan sektor keperawatan terkait peluang dan pengalaman bekerja di Australia.
"Webinar ini merupakan bagian pertama dari seri kolaborasi kegiatan KJRI Melbourne bersama IPHC dalam rangka mendukung mobilitas tenaga profesional kesehatan dari Indonesia ke Australia secara legal, aman, dan berkelanjutan," keterangan KJRI Melbourne, Jumat (17/4/2026).
Acara tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari momentum strategis menyambut Hari Perawat Internasional 2026 (12 Mei) bertemakan, “Our Nurses. Our Future. Empowered Nurses Save Lives”.
Kegiatan juga turut merayakan Hari Ulang Tahun ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dengan tema Perawat Profesional sebagai Aset Ekonomi Nasional demi Kesejahteraan Masyarakat.

Baca juga : BRI Jadi Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi ISO/IEC 25000
Acara dibuka Wakil Konsul Jenderal RI di Melbourne Jani Sasanti. Dalam sambutan pembukaannya, Jani Sasanti menyoroti urgensi kolaborasi bilateral Indonesia – Australia di sektor keperawatan.
Lowongan Perawat Di Australia
Data Kementerian Kesehatan Australia mengindikasikan kekurangan sekitar 85.000 perawat pada 2025, yang diproyeksikan meningkat menjadi 123.000 pada 2030.
Di Victoria saja, kebutuhan tenaga keperawatan diperkirakan meningkat sebesar 12.363 orang pada 2026, terutama di sektor layanan lansia, disabilitas, dan kesehatan primer.
Acara menampilkan tiga narasumber. Pertama, Prof. Lisa McKenna - Director of Health Professions Clinical Education Unit La Trobe University dan project leader IACEPA ECP Katalis. Dia yang memaparkan terkait jalur resmi perawat Indonesia untuk teregistrasi dan bekerja di Australia.
Kedua, Katarina Constantine Futwembun, SKP, BN, RN, MHSMPlan – praktisi Registered Nurse Australia dari Indonesia sekaligus Direktur dan Owner Shine Nursing Agency. Dia menyampaikan tips dan strategi transisi bekerja bagi perawat Indonesia di Australia.
Baca juga : Indonesia Kecam Kebrutalan Israel
Ketiga, Fauzia Sarah RN M.AdvClinNurs – praktisi Registered Nurse Indonesia yang bekerja di Monash Health Hospital. Dia berbagi pengalaman bekerja sebagai perawat di salah satu institusi kesehatan terbesar di Australia.

Peserta yang hadir mencerminkan luasnya jangkauan acara ini. Mulai dari perwakilan RI di Australia, perwakilan kantor pemerintah negara bagian Victoria untuk Indonesia yang berbasis di Jakarta, pengurus dan anggota PPNI Kabupaten Sumbawa Barat, para profesional kesehatan yang tergabung dalam IPHC, serta mahasiswa jurusan keperawatan dari berbagai institusi pendidikan di Tanah Air.
Pengarusutamaan gender menjadi salah satu perspektif yang didorong dalam pembahasan webinar ini.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 71persen dari lebih dari 511.000 perawat di Indonesia adalah perempuan (Komnas Perempuan/Kemenkes RI, 2021). Namun, figur ini sayangnya tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan.
Rata-rata gaji dan kondisi kerja perawat yang masih di bawah standar kebutuhan hidup layak, dipandang masih menjadi tantangan struktural yang signifikan di sektor keperawatan Indonesia.
Baca juga : Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik di Magelang
Sebagai perbandingan, seorang Registered Nurse di Australia rata-rata berpenghasilan 90.000–95.000 dolar Australia per tahun atau setara lebih dari 10 kali lipat gaji perawat profesional di Indonesia.
Webinar ini berupaya untuk memberikan akses informasi yang akurat mengenai jalur resmi yang tersedia. Melalui diskusi ini, para calon perawat maupun praktisi keperawatan Indonesia dapat lebih mempersiapkan dengan matang jalur kariernya, baik di Indonesia maupun di Australia.
Upaya KJRI Melbourne ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan perempuan perawat Indonesia. Sekaligus instrumen diplomasi ekonomi yang konkret dalam kerangka kerja sama Indonesia-Australia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya