Dark/Light Mode

Dubes Rod Brazier Curhat Ke Megawati Soal Kondisi Global

Jumat, 15 Mei 2026 06:37 WIB
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kanan) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). (Foto DPP PDIP)
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kanan) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). (Foto DPP PDIP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier bertemu dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Dubes Brazier curhat mengenai dampak serius yang dirasakan Australia akibat kondisi dunia saat ini. Termasuk lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Keduanya membahas hubungan Indonesia dan Australia, baik terkait kerja sama ekonomi hingga situasi geopolitik global. Mereka juga menyoroti dampak perang yang merugikan banyak pihak.

“Situasi saat ini mengkhawatirkan,” ujar Dubes Brazier dalam pertemuan tersebut.

Australia juga terdampak situasi global saat ini. Terutama akibat lonjakan harga BBM. Dubes Brazier berharap, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bisa mengambil peran lebih besar.

Baca juga : Dubes Rod Brazier Jogging Bareng Bima Arya Di Kebun Raya Bogor

Suasana pertemuan semakin hangat ketika keduanya berbincang soal diplomasi dan sejarah. Dubes Brazier menyampaikan kekagumannya terhadap Presiden pertama RI Soekarno atas perannya dalam Konferensi Asia-Afrika.

Keduanya sepakat bahwa Kota Darwin di Australia Utara bisa menjadi pintu gerbang kerja sama ekonomi dengan wilayah Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pertemuan juga diwarnai obrolan santai soal pengalaman Dubes Brazier selama tinggal di Indonesia. Dia mengaku, punya kedekatan emosional dengan Makassar, Sulawesi Selatan. Sebab, dia pernah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Universitas Hasanuddin.

“Waktu itu namanya masih Ujung Pandang,” kenangnya.

Dubes yang hobi olahraga jogging itu juga menyukai makanan Indonesia. Bahkan, lebih nyaman makan menggunakan tangan langsung.

Baca juga : Darurat Keselamatan Transportasi Jalan

“Saya merasa di sana (Makassar-red) pertama kali saya setuju dengan orang Indonesia bahwa makan dengan tangan lebih enak,” ucapnya.

Megawati mengapresiasi kedatangan Dubes Brazier dan kekagumannya terhadap Presiden Soekarno. Dia turut mengenang pesan sang ayah tentang pentingnya menghormati para diplomat asing.

“Saya diajarkan Bung Karno, kalau ada perwakilan kedutaan yang ingin bertemu, harus segera diterima dan disambut dengan baik karena para dubes itu mewakili suatu negara yang berdaulat,” kata Megawati.

"Karena itulah ketika jadi Presiden dan ada dubes yang mau bertemu, selalu saya prioritaskan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga membahas komitmennya terhadap isu lingkungan dan pengembangan kebun raya di Indonesia. Saat ini sudah ada lebih dari 45 kebun raya di berbagai daerah.

Baca juga : BAZNAS Dan Dubes Qatar Perkuat Sinergi Kemanusiaan Global

"Saya selalu mendorong komitmen terhadap lingkungan. Setiap kepala daerah dari PDIP diminta membuat kebun raya,” ucap Megawati.

Menutup pertemuan, Megawati mengaku kerap mengajak para dubes mengunjungi kebun raya di Indonesia. Terutama Kebun Raya Bali yang konon menjadi favorit para diplomat asing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.