Dark/Light Mode

Kemenhaj Siapkan Konsumsi Siap Santap Armuzna

Senin, 18 Mei 2026 21:31 WIB
Jemaah haji Indonesia saat tiba di Makkah, Arab Saudi. [Foto: MCH 2026]
Jemaah haji Indonesia saat tiba di Makkah, Arab Saudi. [Foto: MCH 2026]

 Sebelumnya 
Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi sebelum, saat, hingga setelah puncak haji berlangsung. Skema tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi di tengah mobilitas tinggi, daya tahan makanan, serta standar gizi dan kebersihan pangan.

Maria menjelaskan, makanan siap santap yang disediakan tetap mengusung cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia.

Baca juga : Kemenag Tekankan Spirit Kiai Wahab untuk Pesantren dan NKRI

“Makanan siap santap ini dibuat dengan cita rasa khas Indonesia sehingga lebih familiar bagi jemaah. Selain aman dan higienis, makanan juga diharapkan nyaman dikonsumsi selama pelaksanaan ibadah,” ujarnya.

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan menerima total 15 porsi makanan bercita rasa nusantara yang disediakan pihak syarikah. Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan enam porsi tambahan pada fase pra-Armuzna dan pasca-Armuzna, yakni pada 7 dan 8 Dzulhijjah serta 13 Dzulhijjah, bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Baca juga : Skema Murur Disiapkan Demi Keselamatan Jemaah Haji

Kemenhaj juga melakukan pengecekan rutin serta koordinasi intensif guna memastikan distribusi makanan siap santap dapat berjalan lancar ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan menuju Armuzna dimulai.

“Pengawasan dilakukan sejak tahap produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak konsumsi, higienis, aman, dan mampu mendukung kebutuhan fisik selama fase puncak haji,” tegas Maria.

Baca juga : Konsumen Cerdas Jadi Kunci Daya Saing Produk

Dia juga mengimbau jemaah agar menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan teratur, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberi kesehatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” kata Maria. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.