Dark/Light Mode

Pos 9 Aqabah, Titik Vital Layanan Jemaah Haji

Sabtu, 30 Mei 2026 08:26 WIB
Indah (kiri), salah satu petugas haji di Jumrah Aqabah membantu jemaah haji yang menanyakan arah pada pukul 04:16 Waktu Arab Saudi, Jumat (29/5/2026). (Foto: Rusma/RM)
Indah (kiri), salah satu petugas haji di Jumrah Aqabah membantu jemaah haji yang menanyakan arah pada pukul 04:16 Waktu Arab Saudi, Jumat (29/5/2026). (Foto: Rusma/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi dari Media Center Haji, Makkah

Di tengah lautan manusia yang bergerak menuju dan meninggalkan area lempar jumrah di Mina, Pos 9 Aqabah menjadi salah satu titik paling vital dalam pelayanan haji Indonesia. 

Memang, tak ada pos fisik. Hanya para petugas yang berdiri. Namun pos yang dinamakan Mobile Care Rescue (MCR) itu berada di persimpangan strategis arus jemaah dari Jamarat Aqabah atau Jamarat Kubra menuju kawasan tenda Mina dan jalur ke Syisyah, Makkah.

Di lokasi inilah para petugas bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk memastikan jemaah haji Indonesia tetap aman, tidak tersesat, dan memperoleh bantuan ketika menghadapi kendala usai melontar jumrah.

Kepala Pos MCR 2 Pos 9 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhammad Armen, mengatakan Pos 9 Aqabah berfungsi sebagai pusat pengendali sekaligus titik bantuan bagi jemaah yang baru selesai menjalankan prosesi lontar jumrah.

"Pos 9 ini menjadi central of gravity setelah jemaah melempar jumrah. Tugas kami memastikan jemaah tidak salah saat kembali ke tenda ataupun menuju arah hotel,” kata Armen, kepada Tim Media Center Haji di Pos 9 Aqabah, Kamis (28/5/2026).

Baca juga : Oleh-oleh Setelah Ketemu Presiden Prancis, Prabowo Bawa Komitmen Investasi Rp 176 Triliun

Menurutnya, pelayanan di Pos 9 berlangsung penuh selama sehari semalam dengan pola kerja bergantian dalam tiga tim. Masing-masing tim bertugas selama delapan jam agar pelayanan kepada jemaah tetap berjalan optimal sepanjang waktu.

Tim pertama bertugas mulai pukul 00.00 hingga 08.00 waktu Arab Saudi (WAS). Selanjutnya, tim kedua bekerja pukul 08.00 sampai 16.00 WAS, sedangkan tim ketiga berjaga dari pukul 16.00 hingga 24.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sistem kerja tersebut diterapkan mengingat arus jemaah di kawasan Jamarat hampir tidak pernah berhenti selama fase Armuzna berlangsung. Jutaan umat Islam dari berbagai negara bergerak dalam waktu yang berdekatan sehingga kawasan Mina dan Jamarat dipadati manusia hampir sepanjang hari.

Dalam situasi seperti itu, Pos 9 menjadi penanda penting bagi jemaah Indonesia. Tidak sedikit jemaah yang mengalami kebingungan arah setelah menyelesaikan lontar jumrah karena derasnya arus manusia dari berbagai penjuru.

Armen mengatakan, para petugas MCR dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental yang kuat. Mereka harus tetap siaga di tengah suhu panas ekstrem, kepadatan jemaah, serta kondisi lapangan yang dinamis.

"Petugas harus benar-benar siap fisik dan mental. Di lapangan kadang diusir askar agar tidak berhenti lama di satu posisi, meski para petugas sudah menjelaskan sedang bertugas membantu jemaah haji Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Akankah Mega-SBY-Jokowi Bertemu & Duduk Satu Meja?

Menurutnya, tantangan terbesar selama operasional Armuzna adalah kepadatan manusia yang sangat tinggi. Dalam kondisi tertentu, petugas bahkan kesulitan terlihat oleh jemaah karena padatnya arus pejalan kaki.

"Hambatan secara umum karena padatnya jemaah. Lautan manusia begitu banyak, sehingga terkadang jemaah kesulitan melihat petugas,” katanya.

Selain menjadi pusat informasi arah, Pos 9 Aqabah juga berfungsi sebagai titik pertolongan sementara bagi jemaah yang kelelahan atau terpisah dari rombongannya. Banyak jemaah yang membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga setelah berjalan jauh di tengah suhu panas dan kepadatan jalur menuju Jamarat.

Para petugas biasanya memberikan tempat istirahat sementara sambil melakukan pendataan dan koordinasi dengan ketua kloter maupun petugas kesehatan.

"Kalau ada jemaah yang kelelahan, kami istirahatkan dulu. Setelah memungkinkan, baru melanjutkan perjalanan. Kalau terpisah dari rombongan, kami hubungi ketua kloternya untuk menjemput,” ujar Armen.

Dalam kondisi tertentu, petugas juga melakukan koordinasi dengan tim medis Arab Saudi apabila ditemukan jemaah yang memerlukan penanganan kesehatan lebih lanjut. 

Baca juga : Pemblokiran Internet Dibuka, Warga Iran Menangis Gembira

Kecepatan koordinasi menjadi hal penting agar kondisi jemaah tidak memburuk di tengah padatnya aktivitas Armuzna. Menariknya, keberadaan Pos 9 Aqabah tidak hanya membantu jemaah Indonesia. Banyak jemaah dari negara lain turut mendatangi pos tersebut untuk meminta petunjuk arah menuju tenda Mina ataupun jalur kembali ke penginapan mereka.

Armen mengatakan, para petugas berusaha memberikan bantuan semaksimal mungkin sesuai kemampuan bahasa yang dimiliki masing-masing personel. Beberapa petugas bahkan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris untuk membantu jemaah asing.

"Kami memberikan penjelasan sesuai kemampuan bahasa yang kami miliki. Ada petugas yang bisa berbahasa Inggris sehingga komunikasi dengan jemaah luar negeri bisa berjalan baik,” katanya.

Keberadaan Pos 9 Aqabah juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan PPIH Arab Saudi. Sejumlah pejabat diketahui datang meninjau operasional pos tersebut guna memastikan pelayanan terhadap jemaah berjalan maksimal.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak misalnya, sempat meninjau langsung Pos 9 Aqabah pada tengah malam bersama rombongan. Selain itu, Ketua PPIH Arab Saudi Ian Heriyawan juga memantau aktivitas pelayanan di lokasi tersebut.

Di tengah derasnya arus jutaan manusia selama puncak ibadah haji, Pos 9 Aqabah menjadi wajah ketangguhan pelayanan haji Indonesia. Di titik itu, para petugas bekerja dalam senyap, menjaga arah, memastikan keselamatan, dan menjadi penolong pertama bagi jemaah yang membutuhkan bantuan di tengah padatnya perjalanan spiritual Armuzna.(*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.