Dark/Light Mode

Dukung Lawatan Presiden Ke Luar Negeri

Gerindra: Diplomasi Prabowo Jaga Keseimbangan Geopolitik

Sabtu, 30 Mei 2026 06:50 WIB
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso. (Foto: Dok. Gerindra)
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dilakukan untuk menjaga keseimbangan geopolitik Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/5/2026). 

Menurut Sugiat, lawatan Prabowo ke sejumlah negara tidak bisa dipandang sekadar agenda seremonial, apalagi dianggap sebagai pemborosan anggaran negara. 

“Pak Prabowo sedang mempraktikkan hedging atau keseimbangan geopolitik tingkat tinggi agar Indonesia tidak bisa diabaikan oleh kekuatan dunia mana pun,” ujar Sugiat. 

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menilai, melihat perjalanan luar negeri Presiden hanya dari sisi biaya operasional merupakan penilaian yang parsial. Sebab, diplomasi yang dijalankan Prabowo bertujuan memperkuat posisi Indonesia, baik dari sisi ekonomi maupun pertahanan. 

Baca juga : Kasus Suap Bea Cukai, KPK Bidik Importir Lain

“Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup,” katanya. 

Sugiat mengungkapkan, pada akhir Mei 2026 Prabowo dijadwalkan mengunjungi Prancis, Austria, dan Hungaria. Menurut dia, ketiga negara tersebut memiliki posisi strategis bagi kepentingan Indonesia. 

Prancis, kata Sugiat, merupakan kekuatan militer dan teknologi besar di Eropa Barat yang penting bagi kerja sama pertahanan Indonesia. 

“Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang menjadi syarat penting dalam membangun kerja sama dengan Presiden Emmanuel Macron,” ujarnya. 

Sementara Austria dinilai sebagai pusat industri manufaktur presisi di Eropa Tengah. Adapun Hungaria memiliki peran penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik di Uni Eropa. 

Baca juga : Seno Aji: Saya Bukan Dalang, Saya Wagub

Menurut Sugiat, Indonesia harus bergerak cepat memanfaatkan momentum transisi kendaraan listrik global, mengingat Indonesia menguasai sekitar 65 persen cadangan nikel dunia. 

“Pak Prabowo datang ke sana bukan sebagai peminta bantuan, tetapi sebagai pemilik komoditas strategis yang menentukan masa depan industri otomotif dunia,” tegasnya. 

Karena itu, kunjungan ke tiga negara tersebut disebut bertujuan mengunci investasi hilirisasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai kendaraan listrik global. 

Selain bidang ekonomi, Sugiat menyebut lawatan Prabowo juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan menjaga kedaulatan Indonesia. 

“Kunjungan ke Prancis ini menjadi bukti nyata politik bebas aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk kepada China, dan tidak takut terhadap tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan elpiji murah untuk rakyat,” tuturnya. 

Baca juga : Digitalisasi & AI, Mesin Baru Bisnis Pertamina

Dia menambahkan, hasil diplomasi internasional tidak bisa diukur dalam waktu singkat karena dampaknya baru akan terlihat dalam jangka panjang. 

“Indonesia sedang dipimpin seorang patriot yang tahu bagaimana memenangkan kepentingan nasional di luar negeri. Menilai keberhasilan diplomasi internasional hanya dari hitungan minggu atau bulan adalah cara berpikir yang tidak logis,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Juru Bicara Partai Gerindra lainnya, Bahtra Banong, juga menegaskan kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Prancis merupakan agenda diplomasi strategis negara yang telah direncanakan jauh hari. Bahtra meminta kunjungan tersebut tidak menjadi polemik terlebih dilakukan saat Idul Adha. 

“Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” kata Bahtra. 

Menurut dia, Prancis merupakan mitra penting Indonesia di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri strategis. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.