Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kokohkan Manajemen Kesehatan Bencana ASEAN, JICA dan AIDHM Resmikan ARCH Plus
Kamis, 2 Juli 2026 18:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) dan ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM) resmi meluncurkan proyek ASEAN Regional Capacity Development on Disaster Health Management through AIDHM (ARCH Plus) untuk memperkuat kapasitas manajemen kesehatan bencana di negara-negara ASEAN.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Record of Discussion (R/D) antara Kepala Perwakilan JICA Indonesia Takeda Sachiko dan Kepala AIDHM Yodi Mahendradhata di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Yogyakarta, Selasa (30/6/2026).
Penandatanganan dihadiri perwakilan JICA Indonesia, AIDHM, dan UGM, sementara Kementerian Kesehatan Indonesia serta perwakilan JICA Headquarters mengikuti secara daring.

Baca juga : PGN Dorong Akses Kesehatan Mata, 300 Siswa dan Warga Ikuti Pemeriksaan Gratis
ARCH Plus merupakan kelanjutan dari proyek ARCH1 dan ARCH2 yang dijalankan dalam kerja sama teknis ASEAN-Jepang sejak 2016 hingga 2026.
Selama satu dekade terakhir, program tersebut berfokus pada penguatan koordinasi kawasan, peningkatan kapasitas tim medis darurat, serta pengembangan mekanisme kolaborasi dalam penanganan kesehatan saat bencana.
Melalui ARCH Plus, AIDHM akan mendukung seluruh negara anggota ASEAN dalam memperkuat kapasitas manajemen kesehatan bencana melalui penelitian, pendidikan, pelatihan, dan pertukaran pengetahuan sesuai Plan of Action of ASEAN Leaders Declaration on Disaster Health Management (ALDDHM).
Pusat Pengetahuan Regional ASEAN
Baca juga : Trump Akan Ke Pakistan, Kesepakatan Damai AS-Iran Sudah Dekat
Kepala AIDHM Yodi Mahendradhata mengatakan proyek baru tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama regional yang telah dibangun selama 10 tahun terakhir.
"Fondasi yang kuat ini memungkinkan pembentukan AIDHM sebagai institusi kawasan yang berkelanjutan dan mendorong penguatan jejaring akademik di bidang manajemen kesehatan bencana," ujar Yodi dikutip dari keterangan tertulis JICA, Rabu (1/7/2026).
Dia menegaskan FKKMK UGM akan terus bekerja sama dengan JICA, Kementerian Kesehatan RI, dan para mitra regional untuk memperkuat kapasitas ASEAN menghadapi bencana.
Baca juga : Soal WFH, Ongen Minta Sektor Kesehatan Dan Kebencanaan Tetap Jadi Prioritas
Sementara itu, Kepala Perwakilan JICA Indonesia Takeda Sachiko mengatakan kerja sama sebelumnya telah menghasilkan sejumlah capaian penting, seperti pembentukan Regional Coordination Committee on Disaster Health Management (RCC-DHM), penyusunan prosedur operasi standar (SOP) kolaborasi kawasan, serta pelaksanaan latihan bersama penanganan bencana.
Menurut Takeda, pada fase ARCH2, fokus kerja sama diperluas dengan memperkuat integrasi sistem manajemen kesehatan bencana ke tingkat nasional dan daerah, serta meningkatkan pengelolaan pengetahuan. Salah satu hasil utamanya adalah berdirinya AIDHM di bawah naungan Universitas Gadjah Mada.
Melalui ARCH Plus, JICA dan AIDHM akan melanjutkan berbagai capaian tersebut sekaligus memperkuat peran AIDHM sebagai pusat pengetahuan regional ASEAN di bidang manajemen kesehatan bencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya