Dark/Light Mode

Dubes Yusron Bahauddin Ambary Kunjungi Monumen Soekarno & Palais des Rais

Rabu, 8 Juli 2026 07:06 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Yusron Bahauddin Ambary.
Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Yusron Bahauddin Ambary.

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Aljazair Yusron Bahauddin Ambary memulai masa tugasnya di Alger dengan serangkaian agenda pada Minggu (5/7/2026). Mulai dari menelusuri jejak sejarah Presiden Soekarno, hingga bertemu jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Alger.

Mula-mula, Dubes Yuston mengunjungi Monumen Soekarno yang terletak di tengah Kota Alger. Dia sejenak mengheningkan cipta, lalu memberikan penghormatan kepada sosok Bung Karno yang diabadikan di monumen itu. 

“Presiden Soekarno memiliki tempat yang istimewa dalam memori Bangsa Aljazair atas peran beliau membantu kemerdekaan Aljazair pada 5 Juli 1962,” ungkap Dubes Yusron dalam postingannya di Instagram, Minggu (5/7/2026). 

Hari pertama Dubes Yusron bertugas, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Aljazair pada 5 Juli. Tak lupa dia menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Aljazair melalui sebuah video berbahasa Arab.

Baca juga : Duka, Tetap Bertugas, Wamenhaj Kunjungi Keluarga Petugas Haji

Dubes Yusron menyampaikan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan Aljazair, sekaligus mengapresiasi perjalanan panjang bangsa tersebut.

 “Indonesia dan Aljazair memiliki kemitraan yang kuat dan berkelanjutan. Kami berharap hubungan yang baik ini akan terus diperkuat demi masa depan yang semakin damai dan sejahtera bagi rakyat kedua negara,” tuturnya.

Dia menegaskan, Indonesia memandang Aljazair sebagai mitra strategis. Hubungan kedua negara dibangun di atas landasan saling menghormati, persahabatan dan kerja sama.

Dubes Yusron bersama keluarga juga mengunjungi Palais des Rais, salah satu bangunan bersejarah di Alger. Menariknya, dia menemukan arsitektur bangunan tersebut sangat mirip dengan Wisma Indonesia, kediaman resmi Dubes Indonesia di Aljazair.

Baca juga : Tiba di Padang, Prabowo Kembali Kunjungi Daerah Terdampak Bencana Sumatera

“Keduanya mengusung gaya Neo-Moorish atau Andalusia-Islam yang memadukan unsur-unsur arsitektur Maghribi, Andalusia dan Mediterania dalam desain yang anggun dan berkarakter,” ungkapnya.

Nilai sejarah Wisma Indonesia begitu tinggi. Tidak mengherankan bangunan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Aljazair.

“Segala bentuk renovasi yang mengubah bentuk bangunan harus mendapat persetujuan langsung dari Pemerintah Aljazair, walaupun kepemilikannya sepenuhnya Pemerintah Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, Dubes Yusron mengadakan pertemuan dengan seluruh staf KBRI Alger. Diplomat karier Kementerian Luar Negeri itu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia yang berada di Aljazair. 

Baca juga : Dubes Chaudhri: Kunjungan Presiden Prabowo Jadi Era Baru Hubungan Pakistan-RI

Rangkaian kegiatan pada hari pertama penugasan tersebut menjadi penanda bahwa hubungan Indonesia dengan Aljazair tidak hanya dibangun melalui diplomasi resmi. Kedua negara memiliki ikatan sejarah dan semangat persahabatan yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan kedua bangsa. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.