Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
RM.id Rakyat Merdeka - Saat sebagian besar Eropa masih dalam musim panas, Kota Aalborg, Denmark, justru terasa seperti suasana Natal yang dingin bersalju. Pasalnya, puluhan Santa Klaus, Nyonya Santa, hingga peri dari berbagai negara berkumpul dalam World Santa Claus Congress yang diselenggarakan pada 6-9 Juli 2026.
Melansir Associated Press (AP), kongres ini pertama kali digelar pada 1957. Awalnya, dibuat untuk menghibur anak-anak. Kini, acara tersebut menjadi ajang kumpul para Santa profesional dari berbagai belahan dunia.
“Para nenek bilang, masih terlalu cepat untuk Natal. Tapi anak-anak justru bersorak, Hore Santa datang lebih awal!” kata penyelenggara acara Peter Gislund sebagaimana dikutip, Jumat (10/7/2026).
Baca juga : Kecewa Terdegradasi, Dimitri Lima Yakin Persis Bangkit Di Musim Depan
Selama empat hari, mereka mengikuti berbagai kegiatan unik. Mulai dari lomba makan roti jahe, membungkus hadiah, membuat kreasi balon, hingga parade meriah di jalanan Aalborg.
Peserta kongres datang dari berbagai negara, seperti Australia, Hong Kong, Kanada, Amerika Serikat hingga Jepang. Salah satunya Paradise Yamamoto yang terbang dari Tokyo. Dia ikut parade sambil mengibarkan bendera Jepang dan menari diiringi lagu Feliz Navidad.
“Ini seru sekali, ada banyak sekali anak-anak. Ho, ho, ho!” ujar Yamamoto sambil tertawa ala Santa Klaus.
Baca juga : Moto3, Veda Ega Tumpuan Honda Di Le Mans
Bagi Robert Hercz, asal Oslo, Norwegia, semua Santa punya satu kesamaan, yaitu semangat untuk berbagi kebahagiaan.
“Kami punya semangat Santa yang sesungguhnya. Intinya adalah memberi, berbagi dan membawa kebahagiaan untuk orang lain,” ujarnya.
Bagi Simon Brons, Santa asal Denmark, Natal bukan sekadar momen di akhir tahun. Namun sebuah perasaan yang dapat dirayakan kapan pun.
Baca juga : Rina Nose, Tak Ingin Punya Anak
“Jadi kalau mau, kita bisa merasakan semangat Natal sepanjang tahun,” ujarnya.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 14 Juli 2026 dengan judul "Santa Ngumpul, Denmark ‘Dingin’ Di Musim Panas"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya