Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tidak Gentar Hadapi Trump, Denmark Kirim Pasukan Tambahan Ke Greenland
Rabu, 21 Januari 2026 03:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa memanas. Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan akan membawa isu akuisisi Greenland ke panggung global Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.
Hal ini memicu respons militer dari Denmark, serta kekhawatiran serius akan masa depan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan stabilitas hubungan transatlantik.
Pada Selasa (20/1/2026), Trump mengaku telah melakukan percakapan telepon yang “sangat baik” dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte terkait situasi Greenland. Trump juga mengaku telah menyepakati pertemuan dengan sejumlah pihak di Davos, meski tidak merinci negara atau tokoh yang akan terlibat.
“Seperti yang telah saya sampaikan kepada semua orang dengan jelas, Greenland sangat penting bagi keamanan nasional dan dunia. Tidak ada jalan kembali dalam hal ini, semua orang setuju,” katanya dalam sebuah posting di Truth Social, dilansir Reuters.
Trump sebelumnya mengatakan kepada para wartawan bahwa AS akan membahas kemungkinan membeli Greenland dalam pertemuan WEF pekan ini. Trump beralasan, Denmark tidak memiliki kemampuan memadai untuk melindungi wilayah otonom tersebut. Baik secara militer maupun ekonomi.
“Kita harus memilikinya. Denmark adalah bangsa yang luar biasa, tetapi mereka tidak bisa sampai ke sana untuk melindunginya,” ujar Trump, Senin (19/1/2026), kepada wartawan di Florida, seperti dikutip al-Arabiya.
Baca juga : Sambut 2026, Starbucks Hadir Dengan Tampilan Dan Konsep Baru di Plaza Indonesia
Pernyataan Trump langsung direspons Denmark dengan mengirim pasukan tambahan ke Greenland. Kepala Angkatan Darat Kerajaan Denmark Peter Boysen bersama puluhan tentara mendarat di Kangerlussuaq, Greenland bagian barat, Senin malam, menurut laporan penyiaran publik DR.
Media Denmark, TV2 juga memberitakan, sebanyak 58 tentara Denmark di terjunkan ke wilayah Arktik tersebut dan bergabung dengan sekitar 60 personel lain yang sebelumnya telah berada di Greenland dalam latihan militer multinasional bertajuk Operation Arctic Endurance. Hingga kini, Kementerian Pertahanan Denmark belum memberikan komentar resmi.
Penempatan pasukan dilakukan hanya beberapa jam setelah Trump enggan menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, pulau luas yang kaya sumber daya mineral dan dinilai strategis bagi keamanan Washington.
Dalam wawancara dengan NBC News, Trump menjawab no comment saat ditanya apakah bisa merebut pulau itu dengan paksa. Pernyataan Trump juga muncul setelah dia mengirim pesan kepada Perdana Menteri (PM) Norwegia Jonas Gahr Store pada akhir pekan lalu, bahwa dia tidak lagi merasa berkewajiban untuk “memikirkan secara murni tentang perdamaian” setelah gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.
Denmark sebelumnya bersedia menerima peningkatan kehadiran militer AS di Greenland. Namun, Pemerintah Denmark berulang kali menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak dijual.
Isu Greenland telah menempatkan hubungan AS dan Eropa pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Situasi ini memicu kekhawatiran akan runtuhnya aliansi keamanan transatlantik yang beranggotakan 32 negara, termasuk AS dan Denmark.
Baca juga : Gelar Rapat Koordinasi, Buperta Berikan Bonus Karyawan Teladan
Berdasarkan Pasal 5 Piagam NATO, serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota aliansi.
Sekjen NATO Senin lalu bertemu dengan Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt. Pertemuan tersebut membahas penguatan keamanan di kawasan Arktik. Termasuk kemungkinan pembentukan misi NATO bersama di wilayah Greenland.
“Arktik penting bagi keamanan kolektif kita,” kata Rutte dalam pernyataan resminya.
Dia menegaskan, NATO akan terus bekerja sama sebagai sekutu dalam isu-isu strategis tersebut.
Poulsen pun menekankan pentingnya persatuan. “Terima kasih kepada para sekutu yang berdiri bersama Green land dan Denmark,” ujarnya.
Selain memicu ketegangan keamanan, ancaman Trump untuk mengenakan tarif 10 persen terhadap Denmark dan tujuh negara Eropa lainnya hingga tercapai kesepakatan pembelian Greenland.
Baca juga : 68 Anak Terpapar Ideologi Ekstrem, Pengamat Dorong Pendekatan Keluarga
Tak tinggal diam, Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Kamis untuk membahas langkah balasan. Termasuk kemungkinan mengaktifkan Anti Coercion Instrument atau yang dikenal sebagai “bazoka perdagangan”.
Instrumen tersebut memungkinkan Uni Eropa memberlakukan pembatasan luas terhadap investasi dan aktivitas bisnis pe rusahaan AS di pasar Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan, perlunya penghormatan tegas terhadap kedaulatan Denmark dan Greenland.
“Ini sangat penting bagi hubungan transatlantik kita,” kata von der Leyen di sela-sela pertemuan Pertemuan WEF di Davos.
Menurutnya, Uni Eropa siap bekerja sama dengan AS, NATO dan sekutu lainnya, selama dilakukan dengan menghormati kedaulatan negara terkait.
Sementara, survei opini yang dilakukan surat kabar Denmark, Berlingske, menunjukkan 85 persen warga Greenland menolak bergabung dengan AS. Hanya enam persen responden yang menyatakan dukungan terhadap gagasan tersebut
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya