Dark/Light Mode

Hadiri Peluncuran Katalis 2.0 Dan MoU Produk Halal

Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Dan Toleransi Agama

Kamis, 16 Juli 2026 06:10 WIB
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite (kiri) berbincang dengan Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.ID
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite (kiri) berbincang dengan Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Australia terus mempererat hubungan dengan Indonesia. Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite memanfaatkan kunjungan empat hari di Jakarta pada 12-15 Juli 2026, untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, pendidikan hingga dialog antarumat beragama.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah kunjungan Thistlethwaite ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, Rabu (15/7/2026). Didampingi Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier dan Pemimpin Australian National Imams Council (ANIC) Imam Shadi, dia melihat langsung simbol toleransi beragama Indonesia.

Thistlethwaite mengaku terkesan saat melintasi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. “Kesempatan berjalan melalui Terowongan Silaturahmi menjadi lambang indah persahabatan dan hidup berdampingan umat beragama secara damai di Indonesia,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Menurutnya, Australia dan Indonesia memiliki kesamaan nilai dalam menghormati keberagaman.

Baca juga : Luna Maya, Akhir Tahun Siap Hamil

Thistlethwaite yang juga menjabat Asisten Menteri Imigrasi Australia mengatakan, negaranya dibangun oleh masyarakat multikultural. Karena itu, Australia ingin terus mempererat hubungan dengan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

“Kami ingin membangun hubungan yang akrab dan bersahabat dengan masyarakat Indonesia,” katanya.

Nasaruddin Umar menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, masih banyak peluang kerja sama yang bisa dikembangkan kedua negara, khususnya di bidang pendidikan dan pertukaran budaya.

Dalam kunjungan itu, delegasi Australia juga meninjau Australian Reading Corner di Masjid Istiqlal yang berisi ratusan koleksi buku mengenai budaya, sejarah Muslim, serta kehidupan multikultural Australia.

Baca juga : Inggris vs Argentina, Gol ”Tangan Tuhan” Masih Menghantui

Selain memperkuat hubungan antarmasyarakat, kunjungan Thistlethwaite juga difokuskan pada penguatan kerja sama ekonomi melalui Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IACEPA).

Pada Senin (13/7/2026), Thistlethwaite menghadiri peluncuran Program Katalis 2.0 bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Program tersebut ditujukan untuk mendorong perdagangan dan investasi dua arah.

Dia juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama jaminan produk halal antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Indonesia guna memperlancar perdagangan produk halal.

Kemudian, Thistlethwaite berdialog dengan ratusan mahasiswa Indonesia mengenai Jakarta Treaty 2026 yang digelar Kedubes Australia bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).

Baca juga : MBG Diawasi Ketat Pemerintah Pusat-Daerah

Pemerintah Australia juga menggelontorkan dana sebesar 33 juta dolar Australia atau sekitar Rp 414 miliar untuk mendukung implementasi berbagai program kemitraan. Termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia dan pemahaman masyarakat Australia terhadap Indonesia.

“Saya selalu mengatakan apabila Australia ingin benar-benar menjadi bagian dari Asia, maka kami harus mampu berkomunikasi dengan Asia,” ujar Thistlethwaite.

Dia menambahkan, Asia Tenggara diproyeksikan menjadi kawasan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2040. Karena itu, Australia ingin memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai salah satu mitra utamanya di kawasan. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 16 Juli 2026 dengan judul "Hadiri Peluncuran Katalis 2.0 & MoU Produk Halal, Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Dan Toleransi Agama"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.