Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Kartini Sjahrir Fasilitasi Pertemuan Pebisnis Wisata Di Tokyo
Jumat, 24 April 2026 06:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo memfasilitasi pertemuan para pebisnis dunia pariwisata Indonesia dan Jepang, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan bertajuk Sales Mission Japan 2026 ini melibatkan sembilan perusahaan Indonesia dengan 16 perusahaan Jepang. Acara ini merupakan kolaborasi KBRI Tokyo, Kementerian Pariwisata dan Garuda Indonesia.
Menurut Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan promosi produk pariwisata Indonesia di luar negeri.
“Kami berharap ini menjadi momentum penyemangat untuk memperkuat kerja sama pariwisata Indonesia-Jepang,” katanya dalam keterangan pers KBRI Tokyo, Rabu (22/4/2026).
Baca juga : Dedie A Rachim Fasilitasi Pembangunan PSEL se-Bogor Raya
“Ini sangat menjanjikan untuk peningkatan kerja sama sektor pariwisata Indonesia dan Jepang,” imbuhnya.
Dubes Kartini juga melihat, tren kunjungan wisata antara kedua negara terus meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan catatan KBRI Tokyo, pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia mencapai sekitar 380 ribu orang, naik 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, sekitar 680 ribu wisatawan Indonesia datang mengunjungi Negeri Matahari Terbit itu.
Baca juga : Kacang IYES Tebar 2.026 Bunga Apresiasi Peran Perempuan, Catatkan Rekor MURI
“Angka-angka tersebut memberi optimisme bahwa kerja sama pariwisata kedua negara akan terus meningkat,” ungkapnya.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata Yulia mengatakan, keberagaman industri yang hadir kali ini mencerminkan kekuatan ekosistem pariwisata Indonesia.
Yulia mengatakan, salah satu segmen yang paling relevan dengan pasar Jepang adalah wellness tourism, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, kualitas hidup, serta minat terhadap budaya dan pengalaman autentik sangat tinggi.
Menurutnya, Indonesia sebagai destinasi yang sangat tepat, dengan kekayaan alam, tradisi dan keramahtamahan yang tidak tertandingi.
Baca juga : UU PPRT Disahkan, Andi Gani Apresiasi Pertemuan Dengan Presiden Prabowo
“Semoga ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar pariwisata Jepang,” harapnya.
Indonesia dan Jepang sebelumnya telah menandatangani Nota Kerja Sama (Memorandum of Cooperation/MoC) di bidang kerja sama pariwisata saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Jepang pada Maret 2026.
Beberapa bidang yang tercakup adalah pengembangan produk pariwisata, gastronomi, wisata bahari, ekowisata dan budaya. Demikian pula dengan pengelolaan destinasi dan penguatan pariwisata berkelanjutan. Termasuk desa wisata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya