Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Timnas Putri U-17: Dari Clairefontaine Prancis hingga Panggung Internasional
- KPK Ungkap Rektor Unsoed di-OTT di Jakarta
- Kasus Bappenda Kabupaten Bogor, KPK Sita Duit Rp 1,5 M
- KPK Usut Dugaan Pemotongan Upah Pungut di Bappenda Kabupaten Bogor
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Singapura Waspada Kabut Asap, RI Gerak Terpadu Tangani Karhutla
Kamis, 20 Agustus 2026 11:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Vahd Nabyl Mulachela mengatakan, pemerintah menyadari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan dampak lintas batas. Karena itu, penanganan dilakukan secara terpadu untuk mengendalikan kebakaran dari sumbernya.
“Pemerintah Indonesia terus mengikuti secara saksama perkembangan kebakaran hutan dan lahan dan dampaknya, serta melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanganan terpadu untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Vahd saat dihubungi RM.id, Kamis (20/8/2026).
Baca juga : Tawa Dan Sorak Sorai Warnai Diplomasi Sepakbola Di GBK
Menurut Vahd, Indonesia telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk menangani karhutla. "Antara lain melalui penguatan kesiapsiagaan, patroli dan pemadaman darat, water bombing, operasi modifikasi cuaca, pemantauan titik panas, serta penegakan hukum yang diperlukan," jelas Vahd.
Diketahui, Pemerintah Singapura memperingatkan warganya terkait potensi kabut asap apabila karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan, Indonesia, semakin parah.
Baca juga : Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Korban Kebakaran Bar Thailand
Dalam imbauannya, seperti dilansir kantor berita Bernama dan Channel News Asia, Rabu (19/8/2026), Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura menyebut sejumlah titik panas yang disertai kepulan asap telah terdeteksi. Terutama di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, serta sejumlah daerah di Kalimantan.
NEA menyatakan, kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut, ditambah hembusan angin dari arah tenggara atau barat daya, dapat membawa asap kebakaran ke wilayah Singapura.
Baca juga : 1.100 WNI Di Detensi Kamboja Dapat Pendampingan KBRI
"Kondisi kering diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Dengan adanya angin yang bertiup dari arah tenggara atau barat daya, Singapura berpotensi mengalami kabut asap jika kebakaran tersebut semakin intensif," pungkas NEA dalam imbauan yang dirilis pada Senin (17/8).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya