Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemlu RI Kecam Israel Cegat Kapal GSF, Jurnalis Republika Masih Hilang Kontak
Senin, 18 Mei 2026 19:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Siprus, Mediterania Timur. Salah satu kapal tersebut membawa jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang hingga kini masih sulit dihubungi.
Kemlu RI menyatakan sedikitnya 10 kapal telah ditahan militer Israel, di antaranya kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef terdapat seorang warga negara Indonesia (WNI), yakni Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi GPCI-Rumah Zakat.
Sementara itu, kapal yang membawa Bambang Noroyono hingga kini masih terus dicoba dihubungi guna memastikan status kapal maupun kondisi awak di dalamnya.

“Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi,” demikian pernyataan Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang.
Baca juga : Sempat Kirim Video SOS, Jurnalis Republika Ditangkap Israel Dalam Misi Ke Gaza
"Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," imbuhnya.
Sejak awal, Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan para WNI dan mempercepat proses pemulangan mereka.
Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan pemulangan apabila diperlukan.
Sejumlah tentara Israel bersenjata lengkap mencegat kapal relawan Global Sumud Flotilla yang sedang dalam perjalanan menuju Gaza untuk mengantarkan bantuan, di laut pada 18 Mei 2026. (Foto Tangkapan Layar Video Global Sumud Flotilla via Reuters)
Sebelumnya, jurnalis Republika Bambang Noroyono sempat mengirim video SOS bahwa tentara Israel mendekati kapal Boralize yang ditumpanginya. Armada bantuan itu menuju Gaza, dicegat militer Israel di perairan internasional sekitar 200 mil atau 370 kilometer dari Gaza, Senin (18/5/2026).
“Saya Bambang Nuryono alias Abeng, saya warga negara Indonesia dan partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026,” ujar Bambang dalam video yang diunggah akun Instagram Republika.
Baca juga : Hoaks Israel Ancam Indonesia Viral di Medsos, Analis Minta Publik Waspada
Dalam video itu, Bambang meminta Pemerintah Indonesia segera bertindak apabila dirinya benar-benar ditahan militer Israel.
“Saya mohon agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” katanya.
Video SOS tersebut dikirim pada Senin pagi waktu Turki. Dalam prosedur Global Sumud Flotilla, video seperti itu hanya dirilis apabila kapal peserta dicegat dan terdapat potensi penangkapan oleh militer Israel.
Koalisi Global Sumud Flotilla melalui akun X sebelumnya menyebut kapal-kapal militer Israel melakukan intersepsi terhadap armada bantuan yang berangkat dari Turki sejak 14 Mei lalu.
“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan IDF sedang naik ke kapal pertama kami di siang bolong,” tulis koalisi tersebut.
Baca juga : Jurnalisme Berkualitas Makin Penting Di Era Algoritma & AI
Armada itu terdiri atas sekitar 50 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, mulai dari obat-obatan, logistik, hingga bantuan sipil lainnya untuk korban blokade dan agresi berkepanjangan di Palestina.
Sebelumnya, pada 29 April 2026, militer Israel juga sempat menahan 10 aktivis Malaysia dalam intersepsi armada bantuan serupa di dekat Pulau Kreta, Yunani. Seluruh warga Malaysia akhirnya dibebaskan dua hari kemudian setelah Pemerintah Malaysia melakukan tekanan diplomatik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya