Dark/Light Mode

Produk Furniture & Interior RI Unjuk Gigi Di Negeri Ginseng

Selasa, 1 September 2026 06:05 WIB
Dubes RI untuk Korsel Cecep Herawan (kedua kiri) foto bersama staf exhibitor Paviliun Indonesia pada ajang KOFURN 2026, di Gyeonggi, Korea Selatan, Kamis (27/8/2026). (Foto: Dok. KBRI Seoul)
Dubes RI untuk Korsel Cecep Herawan (kedua kiri) foto bersama staf exhibitor Paviliun Indonesia pada ajang KOFURN 2026, di Gyeonggi, Korea Selatan, Kamis (27/8/2026). (Foto: Dok. KBRI Seoul)

RM.id  Rakyat Merdeka - Produk furniture dan interior Indonesia semakin memperkuat cengkeramannya di pasar Korea Selatan (Korsel). Sebanyak 13 perusahaan nasional tampil memamerkan produk unggulannya dalam Paviliun Indonesia pada ajang Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2026.

Acara ini berlangsung di Korea International Exhibition Center (KINTEX), Gyeonggi, pada 27–30 Agustus 2026. Keikutsertaan ini digagas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul bersama Kementerian Perdagangan RI.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Korsel Cecep Herawan meresmikan langsung Paviliun Indonesia pada Kamis (27/8/2026). Menurutnya, partisipasi ini merupakan langkah nyata diplomasi ekonomi untuk mendongkrak ekspor produk bernilai tambah di Negeri Ginseng itu.

Baca juga : China Vs AS Memanas, Korsel Diminta Netral

“Kita ingin membangun branding yang kuat, sekaligus membuka hubungan bisnis yang berkelanjutan antara pelaku industri Indonesia dan Korea,” ujar Dubes Cecep.

Tingginya minat pasar terlihat dari perluasan area Paviliun Indonesia menjadi 144 meter persegi. Luas Paviliun Indonesia meningkat dari 108 meter persegi pada tahun sebelumnya.

Produknya juga semakin beragam, mencakup segmen hunian, perkantoran, perhotelan, hingga furniture hewan peliharaan.

Baca juga : Donald Trump Konyol Dan Coreng Citra AS

Paviliun RI mengusung kekuatan material alami, keahlian kriya (craftsmanship) dan prinsip berkelanjutan. Produk interior memanfaatkan bahan khas Nusantara seperti eceng gondok, seagrass, pelepah pisang hingga cangkang capiz.

“Kombinasi ini memberikan peluang besar bagi furniture Indonesia memenuhi kebutuhan pasar Korea yang dinamis dan inovatif,” tutur Diplomat karier Kementerian Luar Negeri itu.

Daya saing produk Indonesia di Korsel kini kian solid berkat implementasi Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). Perjanjian ini memberikan pembebasan tarif bea masuk hingga 0 persen untuk hampir seluruh produk furnitur kayu dan rotan.

Baca juga : Trump Minta Latihan Militer Bersama Korsel Dikurangi

KBRI Seoul juga berkolaborasi dengan Korea Federation of Furniture Industry Cooperatives (KFFIC) untuk menggelar sesi business matching. Agenda ini mempertemukan 13 eksibitor Indonesia dengan 16 perusahaan besar Korea Selatan, termasuk Lotte Mart dan Shinsegae Casa.

Business matching berguna untuk menjajaki peluang ekspor, distribusi, hingga kemitraan desain jangka panjang,” pungkasnya. [LDU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.