Dark/Light Mode

AS-Iran Saling Ngebom Lagi, Negara Teluk Kena Getahnya

Kamis, 3 September 2026 07:30 WIB
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran pada Selasa (1/9/2026). (Foto: Dok. CENTCOM)
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran pada Selasa (1/9/2026). (Foto: Dok. CENTCOM)

 Sebelumnya 
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengecam keras serangan tersebut. Dia menyebut AS bertindak seperti setan karena menyerang lokasi yang disebut sedang digunakan untuk acara keluarga.

Namun, CENTCOM membantah menargetkan warga sipil. Militer AS menegaskan operasi mereka diarahkan terhadap sasaran militer Iran. Klaim mengenai jumlah korban dan penyebab pasti jatuhnya korban sipil masih menjadi bagian dari perang informasi antara Washington dan Teheran.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari menegaskan, Iran akan terus melancarkan serangan terhadap kepentingan AS di kawasan. Dia memperingatkan negara-negara yang membantu operasi militer AS agar bersiap menghadapi konsekuensi.

"Operasi ofensif terhadap Amerika akan terus berlanjut sampai mereka menyesali kejahatan yang telah diperbuat," tegas Zolfaghari, seperti dilansir media pemerintah Iran.

Baca juga : 2 Hari, Kejagung Periksa 9 Saksi

Presiden AS Donald Trump merespons ancaman Iran dengan peringatan keras. Trump mengatakan, serangan balasan Iran akan dibalas dengan kekuatan yang lebih besar.

"Mereka akan diserang lagi pada tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi," tulis Trump di media sosial Truth Social, dikutip AFP.

Trump juga mengatakan dirinya tidak tertarik memaksa Iran kembali ke meja perundingan dalam kondisi saat ini.

Dia bahkan mengklaim posisi AS kini jauh lebih kuat, termasuk terkait Selat Hormuz dan tekanan terhadap perekonomian Iran.

Baca juga : Pemutakhiran Data Parpol Perkuat Konsolidasi Demokrasi

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Washington akan terus memberikan tekanan ekonomi terhadap Teheran. "Kami akan terus memberikan tekanan," tegas Bessent dalam pertemuan G20 di North Carolina.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya masih membuka pintu diplomasi. Teheran menyatakan siap kembali menjalankan kesepakatan gencatan senjata apabila AS memenuhi komitmennya.

"Jika AS kembali pada komitmennya dalam nota kesepahaman, Republik Islam Iran akan segera melakukan hal yang sama," tegas Pezeshkian.

Memanasnya kembali konflik membuat Washington meningkatkan kewaspadaan di seluruh kawasan Timur Tengah. Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan baru kepada warga negaranya yang berada di kawasan tersebut. Warga AS diminta meningkatkan kewaspadaan karena situasi keamanan dinilai berpotensi berubah secara cepat.

Baca juga : Tim Task Force Hanura Bakar Semangat Kader

Dalam peringatan tersebut, Washington juga mengingatkan kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara serta gangguan perjalanan. "Situasi keamanan akan kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga," tulis Departemen Luar Negeri AS. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.