Dark/Light Mode

Dubes Uni Eropa Denis Chaibi Pamitan, Posting Video Perpisahan Di Instagram

Selasa, 8 September 2026 07:35 WIB
Dubes Denis Chaibi melambaikan tangan saat berpamitan. (Foto: Instagram/uni_eropa)
Dubes Denis Chaibi melambaikan tangan saat berpamitan. (Foto: Instagram/uni_eropa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah tiga tahun bertugas di Indonesia, sudah waktunya bagi Duta Besar (Dubes) Uni Eropa (UE) Denis Chaibi kembali ke Brussels, Belgia.

Dia memposting video perpisahannya di akun Instagram Kedubes UE pada 1 September 2026. Dalam video berdurasi 2 menit 17 detik itu, Dubes Chaibi mengenang perjalanannya selama bertugas di Indonesia.

“Selama tiga tahun di Indonesia, saya dan istri, Elena, belajar banyak mengenai budaya, kuliner dan keramahan rakyat Indonesia,” ujar Dubes yang pernah ngepos di Sri Lanka ini.

Dia bangga bisa menjalankan tugas sebagai perwakilan tertinggi Uni Eropa untuk Indonesia.

Dubes yang menyukai kopi asli Indonesia ini menyebut, buku Presiden Prabowo berjudul President Solusi menunjukkan Indonesia dan Uni Eropa kini menuju kemitraan yang berbasis pada peluang.

Apa saja itu? Pertama, telah disepakati Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEUCEPA). Perjanjian tersebut ditargetkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Isinya, kedua belah pihak sepakat menghilangkan tarif pada lebih dari 98 persen pos tarif dan 99 persen total nilai impor agar ekspor impor makin lancar.

Baca juga : Intelektual Muslim Indonesia Perkuat Kajian Islam di UBD

“Ada juga pembentukan meja layanan khusus UE di Kementerian Investasi,” bebernya.

Hal kedua yang menunjukkan kemajuan kemitraan UE dan Indonesia adalah adanya visa cascade.

“Ini membuat rakyat Indonesia lebih mudah berpergian ke Eropa,” sebutnya.

Benua Biru, lanjutnya, juga mendorong pelajar Indonesia untuk melakukan lebih banyak kegiatan pertukaran melalui program green engineers. Inisiasi ini bekerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia.

“Selama tiga tahun terakhir, kami juga telah memulai sejumlah dialog yang mempertemukan akademisi, serta pejabat dari Indonesia dan Eropa untuk sesi tukar gagasan,” tuturnya.

Selanjutnya, Dubes Chaibi menambahkan, UE dan Indonesia telah menjalankan dialog antaragama dan hak asasi manusia.

Baca juga : Dubes David Jordens Menyapa Warga +62 Di Medsos

“Kita negara demokrasi yang kuat dan tangguh, serta sama-sama bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjaga sistem multilateral,” jelasnya.

Program Global Gateway dan pendekatan Team Europe, tambah Dubes Chaibi, membuahkan hasil dalam transisi hijau dan digital, ekonomi biru dan sirkular, serta penguatan masyarakat sipil—yang sering kali dipimpin oleh perempuan—di wilayah masing-masing.

“Sebagai mitra yang dapat diandalkan, kami ingin meningkatkan hubungan ke tingkat strategis, serta memperkuat kemampuan di bidang keamanan maritim, keamanan siber, kecerdasan buatan dan upaya memerangi disinformasi,” urainya.

Dalam videonya ini, Dubes Chaibi juga mengaku, dia dan sang istri memilih Indonesia sebagai tujuan bulan madu dan liburan keluarga.

“Bagi saya dan istri, bisa kembali dan tinggal di Indonesia adalah sebuah pengalaman yang luar biasa,” akunya.

Dia pun berterima kasih pada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono dan jajaran menteri kabinet Indonesia.

Baca juga : Fixed, Van Bommel Resmi Tangani Timnas Belgia

“Terima kasih sudah membawa hubungan Uni Eropa dan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dia juga berterima kasih pada seluruh jajaran staf di Kedubes UE untuk Indonesia, rekan-rekan diplomat negara Eropa yang ada di Indonesia.

“Kalian telah menunjukkan kerja tim yang luar biasa. Jauh di mata, dekat di hati. Terima kasih banyak. Sempai bertemu lagi,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.