Dark/Light Mode

Global Town Hall FPCI Kembali Hadir, Angkat Tema Calling for a Global U-Turn

Sabtu, 19 September 2026 18:03 WIB
Global Town Hall FPCI Kembali Hadir, Angkat Tema Calling for a Global U-Turn

RM.id  Rakyat Merdeka - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama dengan sejumlah lembaga lain menggelar Global Town Hall, forum dialog internasional yang mempertemukan pemimpin dunia, pengambil kebijakan, akademisi, masyarakat sipil, dan generasi muda untuk atasi persoalan dunia.

Global Town Hall tahun ini mengusung tema "Calling for a Global U-Turn: Recentering Development, Reclaiming Humanity, Restoring Justice in a Crazi(er) World", Sabtu (19/9/2026). 

Dalam keterangan resmi Global Town Hall, tema tersebut mengangkat kekhawatiran terhadap semakin menipisnya tatanan internasional berbasis aturan, meningkatnya konflik bersenjata, penggunaan kekuatan dalam penyelesaian sengketa.

Tahun ini, lebih dari 8.300 peserta dari 120 negara telah mendaftar untuk hadir dan berbagi perspektif dalam forum global ini. 

Forum people-to-people yang diprakarsai Indonesia ini mempertemukan para pemimpin pemerintah, masyarakat sipil, advokat akar rumput, sektor swasta, dan para pembuat perubahan muda untuk berdiskusi sepanjang hari mengenai tantangan paling mendesak di dunia. 

Global Town Hall adalah platform independen dan terbuka yang bertujuan menghubungkan masyarakat sipil dari seluruh dunia, dan melibatkan mereka dalam diskusi bermakna tentang isu-isu yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Wadah dialog dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Membuka Global Town Hall 2026, Pendiri dan Ketua FPCI Dino Patti Djalal menyampaikan seruan bertindak yang kuat bagi komunitas global di tengah memburuknya hukum internasional. 

"Kita merasakan dunia sedang bergerak ke arah yang salah. Aturan dan hukum internasional mudah diinjak-injak. Kekuatan semakin sering digunakan untuk menentukan hasil. Piagam PBB terancam menjadi tidak

relevan," ujarnya. 

Baca juga : Rayakan Ultah Hari Ini, Ternyata Ini Kado Yang Diinginkan Dino Patti Djalal

Tema yang diangkat, lanjut Dino, mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar bahwa sistem internasional semakin menjauh dari prinsip-prinsip yang selama ini menopang perdamaian dan kerja sama global. 

"Di tengah tren yang mengkhawatirkan ini, kami percaya masyarakat sipil di seluruh dunia kini akan memainkan peran yang semakin penting dalam membantu membalikkan keadaan menuju perubahan arah global dalam urusan dunia, yang kembali berkomitmen pada prinsip-prinsip Piagam PBB," lanjutnya. 

Itulah sebabnya, Global Town Hall 2026 mempertemukan suara-suara terkemuka dari seluruh dunia untuk percakapan yang jujur dan berorientasi solusi mengenai keadaan urusan global. 

Forum ini bertujuan menghubungkan Timur-Barat-Utara-Selatan, dan mengangkat perspektif warga dan komunitas yang suaranya harus membentuk keputusan nasional dan multilateral. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu menekankan pentingnya seruan untuk perubahan arah global. 

“Inilah mengapa kita membutuhkan perubahan arah dalam urusan dunia. Kita perlu menempatkan kembali pembangunan, memulihkan keadilan, dan merebut kembali kemanusiaan di jantung hubungan internasional," tegasnya. 

Sementra itu, Perdana Menteru Irlandia Micheal Martin menguraikan prinsip-prinsip kunci pembangunan internasional, hak asasi manusia, dan solidaritas global. 

“Mengatasi tantangan kemiskinan yang berkepanjangan adalah hal yang esensial. Tanpa fokus yang jelas pada kemiskinan, upaya pembangunan berisiko memperkuat ketidaksetaraan global dan nasional serta memicu ketidakstabilan dan ketidakamanan," ujar Martin.

Merebut kembali kemanusiaan, sambungnya, berarti membela prinsip-prinsip universal. 

"Hak asasi manusia, demokrasi, supremasi hukum, dan ruang sipil. Irlandia selalu menegaskan kembali universalitas prinsip-prinsip ini, yang berlaku di semua bagian dunia—di Irlandia, di Indonesia, dan sama halnya di Sudan, di Myanmar, dan di Palestina," tegasnya. 

Baca juga : INZS 2026 Dukung Target 100 GW PLTS Program Presiden Prabowo

Irlandia, lanjutnya, selalu jelas tentang hal ini, dan kami akan terus bertindak dalam solidaritas dengan rakyat Palestina.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Negara Palestina Varsen Aghabekian Shahin mengangkat pertanyaan penting tentang kredibilitas sistem internasional dalam pidatonya. 

“Pertanyaan tentang Palestina telah menjadi ujian bagi kredibilitas sistem internasional itu sendiri: apakah hukum internasional benar-benar universal, apakah keadilan diterapkan secara setara, dan apakah hak-hak bangsa dapat dilindungi ketika dihadapkan pada pendudukan yang berkepanjangan, kebijakan yang melanggar hukum, dan impunitas," ujarnya. 

Selama puluhan tahun, ungkapnya, rakyat Palestina berada di bawah banyak tekanan, banyak penderitaan, dan terus berjuang melawan pendudukan. 

"Bagi orang Palestina, kenegaraan bukanlah aspirasi diplomatik yang abstrak, juga bukan hadiah yang diberikan di akhir proses politik yang tidak pasti,” imbuhnya.

Global Town Hall tahun ini menampilkan serangkaian diskusi tingkat tinggi yang membahas tantangan geopolitik, sosial, dan moral paling mendesak di dunia.

Program ini menampilkan sesi-sesi seperti:

1. 'The State of the World 2026: Preparing for the Next World Order,'

2. 'Reality Check: How to Live in the Age of Mass Manipulation and Deception,'

Baca juga : FPCI Kecam Penahanan 9 WNI Dalam Misi Kemanusiaan Gaza

3. 'Green Lights, Red Lines: How Far Should We Let AI Go?,'

4. 'From Aspiration to Reality: Prospects and Challenges for Palestinian Independence and Statehood,' dan

5. 'A Renewed North-South Dialogue and Cooperation for the 21st Century: Why It Crashed in the Past and How to Make It Work This Time',

6. 'More Ploughshares, Less Swords: Choosing Development and SDGs over Armaments,'

7. 'No Justice, No Humanity = No Peace,'

8. 'The United Nations We Need.'

Sejak pertama kali digelar pada 2020, Global Town Hall telah melibatkan lebih dari 50 ribu peserta dari lebih dari 160 negara. FPCI berharap masyarakat sipil dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong perubahan arah global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.