Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Foreign Policy Community of Indonesia mengecam penahanan warga negara Indonesia yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 oleh militer Israel di kawasan Mediterania Timur.
Pernyataan itu diunggah melalui akun Instagram resmi FPCI, @fpci, Rabu (20/5/2026).
Dalam pernyataannya, FPCI mengaku prihatin atas penahanan warga Indonesia yang ikut membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza.
Baca juga : PROJO Dukung Pemerintah Tenangkan Publik Hadapi Kenaikan Dolar AS
Berdasarkan laporan Global Peace Convoy Indonesia, hingga 20 Mei 2026 terdapat sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut dan dicegat saat perjalanan berlangsung.
“FPCI mengecam keras tindakan pencegatan dan penahanan terhadap warga sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan damai ini,” tulis FPCI dalam pernyataan berbahasa Inggris.
FPCI menilai tindakan tersebut melanggar prinsip kebebasan navigasi, perlindungan personel kemanusiaan, serta aturan hukum humaniter internasional terkait misi sipil.
Baca juga : FOZ Kecam Pembajakan Armada Kemanusiaan Gaza, Desak Israel Bebaskan 9 Aktivis RI
Mereka juga mendesak Pemerintah Israel segera membebaskan seluruh personel yang ditahan dan menjamin keselamatan warga sipil yang menjalankan misi kemanusiaan.
Selain itu, FPCI meminta penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Gaza tetap berjalan sesuai hukum internasional.
Dalam pernyataan itu, FPCI turut menyambut pernyataan bersama para Menteri Luar Negeri dari Türkiye, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol yang mengecam serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla.
Baca juga : Wamen Fajar: Pendidikan Jadi Jalan Kebangkitan Nasional
FPCI juga menyatakan dukungan terhadap langkah diplomatik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam melindungi warga negara Indonesia di tengah situasi yang terus berkembang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya