Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perang Iran & Ekonomi Jadi Beban Pemilu Sela
Dongkrak Suara Republik, Trump Keliling AS 32 Hari
Sabtu, 3 Oktober 2026 06:10 WIB
Sebelumnya
Hilangnya kendali Partai Republik atas salah satu dari kedua majelis tersebut dapat menghambat agenda legislatif Trump selama dua tahun terakhir masa jabatan keduanya.
Trump juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa dia bisa dimakzulkan untuk ketiga kalinya.
Karena itu, Trump secara terbuka meminta para pemilih menjadikannya sebagai bagian dari pertimbangan ketika memberikan suara, meski namanya tidak tercantum dalam surat suara.
“Saya meminta Anda membayangkan seolah-olah nama saya tercantum dalam surat suara,” bujuk Trump dalam konvensi pemilihan sela Partai Republik yang digelar pertengahan September lalu.
Dalam tur perdananya, Trump juga turun langsung membantu kandidat Republik. Di Texas, dia memberikan dukungan kepada Jaksa Agung Texas Ken Paxton yang tengah menghadapi kandidat Demokrat James Talarico dalam perebutan kursi Senat.
Baca juga : Chelsea Olivia, 11 Tahun Penuh Tawa & Duka Dengan Glenn
Sebagai informasi, di Texas tidak ada kandidat Demokrat yang memenangkan pemilihan tingkat negara bagian sejak 1990-an.
Namun tahun ini, politisi Republik menghadapi tantangan berat dalam upayanya memenangkan pemilihan Senat melawan kandidat Demokrat.
Dalam kedua agenda kunjungannya pada hari Kamis, Trump berupaya memperkuat peluang terpilihnya Paxton. Di pabrik Peterbilt, dia menyebut Paxton sebagai Jaksa Agung terhebat di AS.
“Kita harus memastikan orang ini terpilih,” ujar Trump, sebelum beralih mengkritik Talarico, sosok yang oleh Partai Republik digambarkan sebagai orang yang tidak memahami industri daging sapi Texas yang berskala besar.
“Dia seorang vegan,” kata Trump mengenai Talarico, seraya mengulangi rumor yang belum terbukti kebenarannya.
Baca juga : Bahlil Makin Dipercaya Presiden
“Kaum vegan tidak cocok dengan Texas,” seloroh Trump lagi.
Trump juga memanfaatkan kunjungannya di Texas untuk berbicara mengenai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pertumbuhan pusat data menjadi perhatian di negara bagian tersebut karena fasilitas itu membutuhkan pasokan listrik dan air dalam jumlah besar. Di Texas kini terdapat lebih dari 300 pusat data yang telah beroperasi, dengan ratusan lainnya masih dalam pembangunan.
Namun, isu pusat data juga menjadi perhatian publik. Jajak pendapat AP-NORC sebelumnya menunjukkan, masyarakat AS semakin mencemaskan dampak lingkungan dari perkembangan teknologi AI. Termasuk penggunaan listrik dan air oleh pusat data.
Trump menepis kekhawatiran tersebut dan justru mendorong pengembangan industri AI. “Ini hal yang sangat besar. Ini lebih besar daripada revolusi industri,” ujarnya.
Baca juga : Temuan BPS: Beras Melimpah, Harganya Naik
Dia juga mengaku telah mendesak perusahaan-perusahaan AI untuk memperhatikan masyarakat.
“Mereka mendatangkan keuntungan besar bagi masyarakat setempat,” tandasnya.
Setelah Texas dan Oklahoma, Trump dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke sejumlah negara bagian lain, termasuk Alabama, Ohio dan Nebraska. Beberapa wilayah tersebut menjadi bagian dari strategi Partai Republik untuk mempertahankan kendali di Kongres.
Dengan waktu tersisa sekitar satu bulan sebelum pencoblosan, Trump mulai menguji kekuatan kampanyenya di penjuru negeri. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 3 Oktober 2026 dengan judul "Perang Iran & Ekonomi Jadi Beban Pemilu Sela Dongkrak Suara Republik, Trump Keliling AS 32 Hari"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya