Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rombongan Pengungsi Dari Malaysia Tiba Di Myanmar
Etnis Rohingya Rentan Ditekan Dan Di-bully
Selasa, 6 Oktober 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gelombang pertama pengungsi Rohingya sudah mendarat di Myanmar pada Minggu petang (4/10/2026). Tercatat, 1.479 warga Rohingya berangkat menggunakan kapal Angkatan Laut (AL) Malaysia pada 29 September 2026 dan merapat di dermaga milik AL Myanmar di Thanlyin.
Rombongan pertama ini adalah bagian dari 5.000 pengungsi Rohingya yang bakal dipulangkan Malaysia kembali ke Myanmar.
“Mereka tiba dengan selamat dan langsung melakukan pendaftaran identitas bersama petugas Imigrasi,” jelas pejabat daerah Thanlyin, Nag Lin Tun dikutip dari Al Jazeera, Senin (5/10/2026).
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, ini adalah program repatriasi sukarela yang diumumkan pada Juli lalu.
Anwar mengumumkan pemulangan tersebut di tengah meningkatnya xenofobia terhadap pengungsi, khususnya etnis Rohingya.
Baca juga : Steffi Zamora Dituduh Pelakor, Dibantah Suami
Dalam catatan Kementerian Dalam Negeri, Malaysia menampung lebih dari 10.300 pengungsi Rohingya. Meski Malaysia menegaskan program ini dilakukan tanpa paksaan, organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) menyuarakan kekhawatiran mereka.
Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) menyatakan, stafnya tidak diizinkan menemui warga Rohingya untuk memastikan apakah keputusan mereka untuk kembali benar-benar informasi yang memadai.
Etnis Rohingya merupakan kelompok mayoritas di antara pengungsi dan pencari suaka asal Myanmar di Malaysia. Program repatriasi ini dilakukan di tengah meningkatnya operasi penertiban terhadap komunitas pengungsi di Malaysia oleh petugas Imigrasi negeri jiran, yang berujung pada penahanan lebih dari 50.000 pengungsi pada 2026.
Meski terdengar suara keberatan dari kelompok HAM, Kuala Lumpur melanjutkan rencana untuk memulangkan kelompok kedua yang terdiri dari lebih dari 3.500 pengungsi dan migran.
Malaysia beralasan, para pengungsi tersebut telah menimbulkan beban finansial, sosial dan keamanan.
Baca juga : Akan Bacakan Putusan Gugatan Ijazah Gibran, MK Jadi Pusat Perhatian
Meski Malaysia bukan pihak dalam Konvensi Pengungsi PBB, negara ini menampung sekitar 215.600 pengungsi dan pencari suaka yang terdaftar di UNHCR. Jumlah tersebut mencakup lebih dari 126.000 pengungsi Rohingya, yang sebagian besar beragama Islam.
Sebelumnya, pada September lalu, Pemerintah Myanmar berjanji, pemulangan tersebut akan berlangsung secara aman dan bermartabat.
Namun, spesialis senior HAM di Fortify Rights Yap Lay Sheng meragukan itu.
“Warga Rohingya yang kembali ke Myanmar rentan mendapatkan tekanan dan bully oleh Pemerintah di sana,” Yap dikutip dari AFP.
Kelompok-kelompok HAM lainnya menyatakan, mereka yang kembali tidak hanya menghadapi persekusi, namun juga wajib militer paksa di zona perang aktif.
Baca juga : Rotasi 19 Kapolda, Geser 8 Komjen: Kapolri Gaspol
Myanmar telah dilanda perang saudara sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih pada 2021.
Menurut proyek Armed Conflict Location and Event Data (ACLED), perang tersebut telah menewaskan lebih dari 100.000 orang sejak kudeta terjadi.
Pelapor khusus PBB untuk situasi HAM di Myanmar Kelley E. Currie mengatakan, Malaysia memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk tidak mengembalikan seseorang ke tempat di mana mereka menghadapi risiko nyata mengalami persekusi, penyiksaan atau pelanggaran HAM serius lainnya.
Rohingya merupakan salah satu kelompok minoritas yang paling rentan di Myanmar. Mereka menghadapi diskriminasi dan persekusi, serta tidak diakui sebagai warga negara oleh Pemerintah Myanmar. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 6 Oktober 2026 dengan judul "Rombongan Pengungsi Dari Malaysia Tiba Di Myanmar Etnis Rohingya Rentan Ditekan Dan Di-bully"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya