Dark/Light Mode

Dunia Sibuk Membesarkan Mesin

Pesan UI dari Skolkovo, Ajak Dunia Membesarkan Manusia

Kamis, 15 Oktober 2026 06:26 WIB
Global Digital Forum II 2026 di Moskow.  [Foto: Dok]
Global Digital Forum II 2026 di Moskow. [Foto: Dok]

 Sebelumnya 
Salah satu peserta GDF II, Indira Rizky Azzahra dari eCloudvalley Digital Technology menilai perkembangan ekosistem inovasi seperti Skolkovo memberikan pembelajaran mengenai pentingnya menghubungkan kemampuan teknologi dengan kebutuhan dunia usaha.

“AI akan semakin bernilai ketika perusahaan tidak sekadar mengadopsi teknologi, tetapi mampu mengintegrasikannya untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan. Kuncinya bukan hanya kecanggihan sistem, melainkan kesiapan manusia dan organisasi untuk menggunakannya secara tepat,” ujar Indira.

Sementara itu peserta lainnya, Meisa Marsella dari Berkat Kreatif Global menyoroti peluang yang terbuka ketika teknologi dikembangkan dengan memahami kebutuhan industri kreatif dan masyarakat.

Baca juga : Delegasi Indonesia Temukan Wajah Diplomasi Baru di KBRI Moskow

“Kreativitas dan teknologi dapat saling memperkuat. Namun, inovasi yang berhasil bukan sekadar yang terlihat canggih, melainkan yang mampu menjawab kebutuhan nyata dan membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berkarya,” ungkap Meisa.

Dari perspektif komunikasi strategis, peserta lain dari Indonesia, Randy Mulyanto, Founder & CEO RadVoice Indonesia, menekankan pentingnya kepercayaan sebagai fondasi keberhasilan inovasi.

“Teknologi bisa dikembangkan dengan investasi, tetapi kepercayaan harus dibangun melalui pengalaman. Inovasi yang benar-benar kuat bukan hanya yang menarik perhatian publik, melainkan yang memberikan manfaat sehingga masyarakat memiliki alasan untuk mempercayainya,” ujar Randy.

Baca juga : Akademisi UI Apresiasi Terobosan Kemenpora

Devie menilai pengalaman mempelajari Skolkovo memperkuat salah satu gagasan yang dibawanya ke Global Digital Forum, yakni pentingnya menghubungkan infrastruktur teknologi dengan infrastruktur sosial.

Dalam materinya, Devie memperkenalkan lima pertanyaan praktis melalui pendekatan NGOPI Test yaitu apakah teknologi memahami penggunanya, siapa yang dilibatkan dalam pengembangannya, apakah masyarakat dapat menyesuaikannya, siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi kesalahan, dan kehidupan siapa yang menjadi lebih baik. Menurutnya, kelima pertanyaan tersebut relevan bagi pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, maupun komunitas pengembang AI.

“Sering kali kita mengukur keberhasilan teknologi dari kemampuan sistem. Padahal, pertanyaan paling penting justru sangat sederhana yaitu kehidupan siapa yang menjadi lebih baik karena teknologi tersebut? Jika kita belum mampu menjawabnya, mungkin ukuran keberhasilan kita yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Baca juga : Akademisi UI Apresiasi Fondasi Baru Pembangunan Indonesia

“Dari Skolkovo kita melihat pentingnya ekosistem inovasi. Dari pengalaman Indonesia, kita memahami pentingnya keberagaman dan partisipasi. Keduanya mengingatkan bahwa masa depan AI bukan sekadar membangun teknologi untuk masyarakat, melainkan membangun teknologi bersama masyarakat,” ujar Devie.

“Sebab masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar mesin yang kita ciptakan, tetapi juga oleh seberapa besar kesempatan manusia untuk ikut menentukan manfaatnya.” tutup Devie

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.