Dark/Light Mode

Dubes RI Untuk Rusia Jose Tavares Gelar Kongres Bahasa Indonesia Di Moskow

Jumat, 30 Oktober 2026 07:15 WIB
Dubes RI Moskow Jose Tavares (empat kiri) dan Wamendikdasmen Atip Latipulhayat (lima kiri) foto bersama para pengajar bahasa Indonesia saat Kongres Bahasa Indonesia ke-2 di HSE University, Moskow, Rusia, Rabu (28/10/2026). (Foto: Dok. KBRI Moskow)
Dubes RI Moskow Jose Tavares (empat kiri) dan Wamendikdasmen Atip Latipulhayat (lima kiri) foto bersama para pengajar bahasa Indonesia saat Kongres Bahasa Indonesia ke-2 di HSE University, Moskow, Rusia, Rabu (28/10/2026). (Foto: Dok. KBRI Moskow)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tepat 98 tahun setelah para pemuda mengikrarkan bahasa persatuan, bahasa Indonesia, kembali bergaung. Kali ini bergaung di Kota Moskow, Rusia.

Sekitar 140 orang mengikuti Kongres Bahasa Indonesia ke-2 di HSE University, Moskow, Rabu (28/10/2026), pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat. Kongres ini bertema Bahasa Indonesia di Pentas Global: Tantangan, Peluang, dan Masa Depan.

Kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow bersama HSE University ini, dibuka Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat.

Hadir Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Rusia Jose Tavares, perwakilan Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa (Pustanda), para pejabat HSE University, perwakilan NIKA School, serta para Indonesianis, pengajar hingga mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Dubes Tavares mengajak hadirin menengok sejarah. Bahasa Indonesia bukan tamu baru di Rusia. Pengajarannya di Universitas Negeri Moskow sudah dimulai sejak akhir 1950-an.

Baca juga : KJRI Perth Apresiasi 56 Siswa Berprestasi Bahasa Indonesia Di Australia Barat

Kini, di HSE University, bahasa Indonesia menjadi salah satu dari dua bahasa Timur utama yang dipelajari selama lima tahun penuh.

“Kongres kali ini melanjutkan jejak kongres pertama pada 5 November 2025 di Perpustakaan Sastra Asing Rudomino, yang kala itu dihadiri sekitar 50 Indonesianis muda Rusia,” paparnya.

KBRI Moskow, lanjut Dubes Jose, terus bergerak lewat lima langkah. Yakni memperkuat pengajaran, membangun Rumah Nusantara, merangkul perguruan tinggi, menyediakan forum ilmiah dan menghidupkan bahasa melalui budaya.

Meski demikian, tantangan masih membentang. Jumlah pengajar terbatas, bahan ajar khusus bagi penutur bahasa Rusia masih minim dan program belum selalu berkesinambungan.

Dia berharap, Kongres melahirkan jejaring Indonesianis yang solid di Rusia dan Belarus, serta makin banyak kampus yang membuka kelas bahasa Indonesia.

Baca juga : Bahasa Jembatani Siswa Dua Negara

“Pada 98 tahun lalu, bahasa Indonesia menyatukan sebuah bangsa. Hari ini, saya yakin bahasa Indonesia juga mampu menyatukan hati antarbangsa. Termasuk rakyat Indonesia, Rusia dan Belarus,” tuturnya.

Saat membuka kongres, Atip Latipulhayat menegaskan arah besar diplomasi bahasa Indonesia.

“Penginternasionalan bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya memperluas jumlah orang yang mempelajari bahasa Indonesia. Melainkan upaya meningkatkan fungsi, martabat dan daya guna bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global,” jelasnya, dikutip dari keterangan KBRI Moskow, Kamis (29/10/2026).

Atip mengingatkan, bahasa Indonesia telah menjadi salah satu dari sepuluh bahasa resmi Sidang Umum Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO), sejak 20 November 2023. Namun, capaian itu bukan garis akhir. Pengakuan tersebut justru membuka babak baru.

“Bahasa Indonesia harus benar-benar dipakai di forum internasional, dunia pendidikan, publikasi akademik, perdagangan, hingga pariwisata,” tegasnya.

Baca juga : Perdagangan Melesat, Investasi Masih Seret

Pemerintah menyusun Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia 2025–2045 dengan empat tahap. Fondasi (2025–2029), Ekspansi (2030–2034), Akselerasi (2035–2039) dan Konsolidasi (2040–2045).

Kemajuannya pun terukur. Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI) naik dari 51,44 pada 2024 menjadi 52,99 pada 2025 dan ditargetkan menembus 55,87 pada 2029.

Ujung tombaknya adalah program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Per Oktober 2026, BIPA telah menjangkau 62 negara melalui 520 lembaga penyelenggara, dengan 234.083 pemelajar aktif.

Baginya, Rusia memiliki posisi strategis berkat tradisi akademiknya yang kuat dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya.

Dia mendorong kerja sama Indonesia–Rusia diperluas melalui program BIPA, pertukaran akademisi dan mahasiswa, riset bersama, hingga penerjemahan karya sastra. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.