Dark/Light Mode

Dijatuhi Sanksi Ketat, Iran Mampu Membuat Vaksin Covid-19

Rabu, 30 Desember 2020 23:20 WIB
Seorang wanita menerima suntikan selama fase uji coba pertama vaksin Covid-19 buatan lokal di Teheran, Iran. [Foto: AFP / Getty Images]
Seorang wanita menerima suntikan selama fase uji coba pertama vaksin Covid-19 buatan lokal di Teheran, Iran. [Foto: AFP / Getty Images]

RM.id  Rakyat Merdeka - Republik Islam Iran mengklaim telah berhasil membuat vaksin virus Corona. Saat ini, Negeri Mullah itu memulai tahap awal pengujian vaksin ini pada manusia. Penyuntikan vaksin yang dibuat perusahaan dalam negeri tersebut dimulai pada Selasa (29/12/2020) waktu setempat.

Keberhasilan Iran membuat vaksin ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Iran berada dalam kondisi disanki ketat oleh Amerika Serikat. Bahkan, negara ini kesulitan untuk membeli vaksin, peralatan medis dan obat-obatan karena embargo tersebut.

Putri seorang pejabat tinggi Iran, kutip Pars Today, menjadi yang pertama menerima suntikan vaksin Corona buatan dalam negeri tersebut. Tayyebeh Mokhber menerima suntikan vaksin pada acara yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Iran, Saeed Namaki dan Wakil Presiden untuk Sains dan Teknologi, Sorena Sattari.

Baca Juga : Masih Pandemi, DKI Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka

"Saya senang, bukan hanya karena saya orang pertama, tapi karena proses ilmiah ini berkembang dengan sangat baik di negara saya," kata Mokhber, Putri Mohammad Mokhber, Kepala Badan Pelaksana Instruksi Imam Khomeini, sebuah badan usaha milik negara yang menangani upaya vaksin virus Corona lokal.

Juru Bicara Komite Eksekutif Badan Pelaksana Instruksi Imam Khomeini, Hojjat Nik Maleki mengatakan, uji coba vaksin Corona terhadap manusia, yang diproduksi oleh peneliti Iran dimulai dengan penyuntikan vaksin pada beberapa relawan pada Selasa.

"Dengan mendapatkan izin uji manusia, maka tes tahap pertama akan disuntikkan kepada para relawan hari ini," ujar Nik Maleki.

Baca Juga : Ingat, Jalur Puncak-Cianjur Ditutup Pada Malam Pergantian Tahun

Dia menegaskan, hingga saat ini sudah lebih dari 65.000 orang yang telah mengajukan diri sebagai relawan uji coba vaksin yang dibuat oleh perusahaan Shafa Farmed dari Badan Pelaksana Instruksi Imam Khomeini. Tahap pertama, pengujian akan dilakukan terhadap 56 orang secara bertahap.

Sebelumnya, Shafa Pharmed Company mengumumkan, sebanyak 27.079 orang mengumumkan kesiapannya sebagai relawan uji vaksin yang diproduksi oleh para ilmuwan Iran.

Juru bicara Badan Pengawas Obat dan Makanan Iran, Kianoosh Jahanpour mengumumkan, delapan calon vaksin virus Corona Iran berada dalam daftar kandidat untuk vaksin WHO.
 Selanjutnya