Dark/Light Mode

Obrolin 3 Poin, Dua Menlu Bertemu

RI-Inggris Makin Mesra

Kamis, 8 April 2021 05:31 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (kiri) didampingi Dubes Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins, diterima PresidenJoko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. (Foto : RM.id/ Kedubes Inggris).
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (kiri) didampingi Dubes Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins, diterima PresidenJoko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. (Foto : RM.id/ Kedubes Inggris).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut kedatangan Menlu Inggris Dominic Raab di Gedung Pancasila, Jakarta, kemarin. Dalam pertemuan itu, Retno membahas tiga poin penting yang membuat hubungan kedua negara makin mesra.

Poin-poin itu dibahas Retno dalam keterangan pers bersama usai pertemuan. Mengawali pernyataannya, Retno menyoroti hubungan Inggris dan Indonesia yang terus tumbuh. Hal yang patut disyukuri karena kedua negara berada di benua yang ber­jauhan, yakni Asia dan Eropa.

Berita Terkait : 3 Poin Ini Bisa Bikin Inggris Dan RI Makin Mesra

“Inggris adalah mitra strategis Indonesia. Investor kedua terbe­sar dan mitra dagang terbesar kelima dari Eropa,” kata Retno, sambil tersenyum.

Lalu, dia menguraikan tiga poin yang diobrolin dengan rekannya, Raab. Pertama, penguatan kemitraan di sektor kesehatan. “Kerja sama kesehatan penting untuk membangun ke­tahanan industri kesehatan. Inggris adalah mitra yang tepat untuk membangun kerja sama di bidang ini,” ujar Retno.

Berita Terkait : China, Dengerin Harapan Menlu

Dia pun berharap, Inggris terus menunjukkan kepemimpi­nan dalam multilateralisme vak­sin dan siap membagi vaksinnya kepada negara-negara lain. Yaitu melalui mekanisme global untuk memastikan akses merata terhadap vaksin (fasilitas Covax).

“Sebagai Co-Chair Covax AMC Engagement Group, saya memiliki tanggung jawab moral un­tuk terus mempromosikan kerja sama dalam memastikan akses merata vaksin untuk semua,” sambung penerima penghargaan sebagai agen perubahan di bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dari UN Women dan Partnership Global Forum (PGF) ini.

Baca Juga : Ada Yang Dukung, Ada Juga Yang Khawatir Kena Corona

Mengingat semakin penting­nya isu-isu kesehatan, Retno mengusulkan menambah sektor kesehatan sebagai salah satu komponen kunci dari partner­ship forum. Beberapa area yang bakal jadi fokus kerja sama, juga termasuk riset dan pembangunan industri farmasi serta kolaborasi industri vaksin.

Poin kedua yang dibahas Retno adalah percepatan pemulihan ekonomi. Yakni dengan meningkatkan angka perdagangan, yang pada 2020, nilainya men­capai 2,2 miliar dolar AS. “Kita juga bekerja sama mempromosikan 10 sektor prioritas, termasuk kayu dan komoditas pertanian,” terang mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu.
 Selanjutnya