Dark/Light Mode

Ngobrol Bareng Menlu Inggris, BGS Mantapkan Barisan Melawan Covid

Rabu, 7 April 2021 22:30 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (kanan) dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin (BGS) menggelar pertemuan pada hari ini, Rabu (7/4), untuk memantapkan komitmen bersama penanganan pandemi Covid-19. (Foto: Kedubes Inggris)
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (kanan) dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin (BGS) menggelar pertemuan pada hari ini, Rabu (7/4), untuk memantapkan komitmen bersama penanganan pandemi Covid-19. (Foto: Kedubes Inggris)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab yang kini tengah berkunjung ke Indonesia, bertemu Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin (BGS) pada Rabu (7/4), untuk memantapkan komitmen bersama penanganan pandemi Covid-19.

Inggris dan Indonesia sama-sama memiliki kesempatan untuk berkoordinasi membuat kemajuan melalui Kepresidenan Inggris di kelompok negara G7 tahun ini, dan Kepresidenan G20 Indonesia pada tahun 2022. Untuk membantu dunia bangkit menghadapi tantangan pandemi Covid-19.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Joko Widodo telah menandatangani seruan bersama oleh para pemimpin dunia yang diterbitkan pada 30 Maret 2021.

Ini menunjukkan kesamaan pemikiran tentang skala tantangan, dan apa yang perlu dilakukan dunia dalam merespon hal ini.

Berita Terkait : Mei, Vaksinasi Digenjot Lagi

Mengenai akses vaksin global, lebih dari 1 miliar vaksin siap dikirimkan ke 92 negara berkembang tahun ini, melalui skema COVAX.

Inggris adalah salah satu donor terbesar dan yang terdepan dalam mekanisme tersebut.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memiliki peran kunci sebagai salah satu dari tiga Ketua Bersama (Co-Chair) COVAX.

Kedua menteri juga membahas kerja sama bilateral yang kuat di sektor kesehatan antara Inggris dan Indonesia, yang diperluas hingga komitmen lnggris yang mendukung kemampuan pengurutan genom Indonesia melalui pelatihan dan teknologi informasi.

Baca Juga : Pulihkan Ekonomi, Pelonggaran DP 0 Persen Dongkrak Pengajuan KPR

Institut Eijkman sudah memiliki hubungan dengan Universitas Oxford, dan memiliki banyak potensi kerja sama.

Nota Kesepahaman atau MoU yang ditandatangani tahun lalu, telah meningkatkan kerja sama antara Inggris dan Indonesia di bidang telemedicine. Sektor ini menjadi lebih bermanfaat selama pandemi.

"Mengalahkan pandemi adalah sebuah upaya global yang membutuhkan inovasi, kemitraan dan determinasi, dan Inggris memimpin dalam hal ini," tegas Raab dalam rilis resmi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Rabu (7/4).

Inggris telah berkomitmen memberikan 1,3 miliar poundsterling (setara Rp 26 triliun) untuk mengakhiri pandemi ini sesegera mungkin. Bantuan itu mencakup donasi 829 juta poundsterling (setara Rp 16,5 triliun) untuk pengembangan dan pendistribusian vaksin-vaksin baru, perawatan serta tes.

Baca Juga : Hasto Serukan Cintai Indonesia Bak Soekarno

“Itu termasuk donasi senilai 548 juta poundsterling (setara Rp 11 triliun) untuk inisiatif COVAX, yang diketuai bersama (Co-Chair) oleh Menlu Indonesia Retno Marsudi. Saat ini, mendistribusikan vaksin guna menyelamatkan nyawa di Indonesia. Termasuk mereka yang paling membutuhkan. Seperti petugas tenaga kesehatan, lansia dan masyarakat biasa lainnya," jelas Raab.

Di lain pihak, BGS menekankan, pandemi tidak dapat diakhiri dengan hanya satu negara yang bertindak sendiri. Perlu kolaborasi yang baik dan kuat dari semua negara.

“Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi pandemi Covid-19. Vaksinasi sudah dimulai sejak Januari 2021 untuk kelompok prioritas warga negara Indonesia. Hari ini, kami memulai vaksinasi untuk semua diplomat dan penduduk asing," tutup Budi. [HES]