Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kasus Positif Meroket Hingga 9.020, Warga Malaysia Nggak Sabar Pingin Lockdown
Sabtu, 29 Mei 2021 15:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hari ini, Malaysia memecahkan rekor tertinggi kasus positif sejak pandemi Covid berjangkit pada tahun lalu, dengan angka 9.020.
Sebaran kasus baru itu didominasi Selangor (2.836), Negri Sembilan (898), dan Kuala Lumpur (789).
Dalam 5 hari terakhir berturut-turut, Malaysia memang membukukan rekor kasus Covid.
Baca juga : Rekor Kasus Baru 8.290, Alarm Bahaya Covid Di Malaysia Makin Nyaring
Jumat (28/5) kemarin, jumlah kasus positif jebol hingga 8.290. Sehingga, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memutuskan kebijakan lockdown total selama 2 pekan, mulai 1 Juni mendatang.
Presiden Asosiasi Koalisi Praktisi Medis Malaysia, Dr Raj Kumar Maharajah berpendapat, lockdown memang jalan terbaik untuk menekan laju penyebaran Covid.
"Tidak bisa dihindari. Jumlah kasus saat ini sudah mencapai lebih dari 8.000. Fasilitas kesehatan sudah di ambang kehancuran. Tidak ada jalan lain," kata Raj Kumar, seperti dilansir The Straits Times, Sabtu (29/5).
Baca juga : Yasonna Perintahkan Anak Buah Perketat Pintu Keluar Masuk
Presiden Asosiasi Dokter Kesehatan Masyarakat Malaysia, Dr Zainal Ariffin Omar pun setali tiga uang. Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah, meski dinilainya agak terlambat.
Zainal menuturkan, mayoritas ahli kesehatan masyarakat di Malaysia menduga, lockdown akan dilaksanakan awal pekan lalu.
“Kami sangat berharap, seluruh warga dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya