Dark/Light Mode

Kasus Positif Meroket Hingga 9.020, Warga Malaysia Nggak Sabar Pingin Lockdown

Sabtu, 29 Mei 2021 15:22 WIB
Situasi Kota Kuala Lumpur, Malaysia di masa perintah kawal pergerakan (MCO). (Foto: SCMP)
Situasi Kota Kuala Lumpur, Malaysia di masa perintah kawal pergerakan (MCO). (Foto: SCMP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, Malaysia memecahkan rekor tertinggi kasus positif sejak pandemi Covid berjangkit pada tahun lalu, dengan angka 9.020.

Sebaran kasus baru itu didominasi Selangor (2.836), Negri Sembilan (898), dan Kuala Lumpur (789).

Dalam 5 hari terakhir berturut-turut, Malaysia memang membukukan rekor kasus Covid.

Berita Terkait : Mulai 1 Juni, Malaysia Full Lockdown Selama 2 Pekan

Jumat (28/5) kemarin, jumlah kasus positif jebol hingga 8.290. Sehingga, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memutuskan kebijakan lockdown total selama 2 pekan, mulai 1 Juni mendatang.

Presiden Asosiasi Koalisi Praktisi Medis Malaysia, Dr Raj Kumar Maharajah berpendapat, lockdown memang jalan terbaik untuk menekan laju penyebaran Covid.

"Tidak bisa dihindari. Jumlah kasus saat ini sudah mencapai lebih dari 8.000. Fasilitas kesehatan sudah di ambang kehancuran. Tidak ada jalan lain," kata Raj Kumar, seperti dilansir The Straits Times, Sabtu (29/5).

Berita Terkait : Hati-hati, Kasus Positif Jebol 1,8 Juta, Kasus Meninggal Tembus 50 Ribu

Presiden Asosiasi Dokter Kesehatan Masyarakat Malaysia, Dr Zainal Ariffin Omar pun setali tiga uang. Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah, meski dinilainya agak terlambat.

Zainal menuturkan, mayoritas ahli kesehatan masyarakat di Malaysia menduga, lockdown akan dilaksanakan awal pekan lalu.

“Kami sangat berharap, seluruh warga dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” ujarnya.
 Selanjutnya