Dark/Light Mode

Olimpiade Tokyo Berakhir, WHO Ramal 100 Ribu Orang Bakal Meninggal Kena Covid

Kamis, 22 Juli 2021 00:09 WIB
Olimpiade Tokyo Berakhir, WHO Ramal 100 Ribu Orang Bakal Meninggal Kena Covid

RM.id  Rakyat Merdeka - Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020 yang tertunda setahun, akhirnya dibuka pada hari ini, Rabu (21/7).

Event dunia ini seolah mereprentasikan upaya dunia, untuk kembali pada situasi normal. Cabang olahraga yang dipertandingkan, mengalihkan perhatian dunia dari situasi pelik Covid-19 saat ini.

Namun, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta publik tidak melupakan realita yang sebenarnya terjadi.

"Saat api Olimpiade padam pada 8 Agustus mendatang, lebih dari 100 ribu orang akan meninggal dunia karena Covid-19," kata Tedros di Tokyo, seperti dilansir CNN, Rabu (21/7).

Berita Terkait : Diunggulkan Juara Grup, Ginting Ogah Jumawa

"Pandemi adalah ujian, dan dunia gagal menghadapinya. Siapa saja yang berpikir pandemi sudah berakhir, sejatinya dia hidup dalam surga kebodohan," sambungnya.

Komentar bos WHO ini meluncur, di tengah lonjakan kasus Covid-19 dunia. Termasuk, Jepang.

Asal tahu saja, pada Rabu (21/7), Jepang melaporkan jumlah kasus harian tertinggi sejak pertengahan Januari 2021.

Di tengah upaya keras Jepang menekan laju pandemi, penyelenggara Olimpiade Tokyo bersikukuh untuk tetap menggelar event akbar tersebut.

Berita Terkait : Ketemu Medioker, Ginting Ogah Sesumbar

Namun, hingga Jumat (16/7), masih belum bisa dipastikan, apakah protokol kesehatan yang telah disiapkan mampu mencegah Olimpiade 2021 menjadi event superspreader atau tidak.

Sedikitnya 11 ribu atlet dari 200 negara, akan berpartisipasi dalam Olimpiade 2021.

Pihak panitia menyebut, jumlah kasus positif yang terkait Olimpiade, sudah mencapai angka 79. Termasuk 5 warga Kampung Olimpiade, dengan 3 atlet di antaranya.

Pesenam AS Kara Eaker, pebasket Katie Lou Samuelson dan petenis Coco Gauff bahkan dinyatakan positif Covid sebelum tiba di Tokyo.

Berita Terkait : Tanpa Neymar, Samba Mau Nebus Kegagalan Di Copa America

Jajak pendapat di Jepang menunjukkan, mayoritas orang menentang pelaksanaan event olahraga berskala besar, selama masa krisis kesehatan masyarakat.

Saat ini, Tokyo telah memperpanjang status darurat Covid, hingga 22 Agustus mendatang. Dalam situasi ini, Komite Olimpiade Internasional (IOC) melarang fans menghadiri pertandingan. Ini adalah yang pertama dalam sejarah Olimpiade. [HES]