Dark/Light Mode

Tigaribuan Serdadu TNI Join Pasukan Perdamaian PBB

Rabu, 8 Mei 2019 10:32 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam Sidang Dewan Keamanan PBB tentang operasi pemeliharaan perdamaian PBB, di Markas PBB di New York, Amerika Serikat.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam Sidang Dewan Keamanan PBB tentang operasi pemeliharaan perdamaian PBB, di Markas PBB di New York, Amerika Serikat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 3.000 personel Pasukan Perdamaian PBB berasal dari Indonesia. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memuji kontribusi Indonesia dalam memelihara perdamaian dunia.

"Saya menghargai lebih dari 3.000 personel penjaga perdamaian dari Indonesia yang saat ini melayani dalam delapan operasi perdamaian PBB," ujar Guterres dalam debat terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada Selasa (7/5).

Guterres juga memberikan penghormatan kepada 37 personel penjaga perdamaian dari Indonesia yang telah gugur dan melakukan pengorbanan besar di bawah bendera PBB.

Baca juga : Siang Ini, Jokdri Jalani Sidang Perdana

"Terima kasih karena telah mengadakan debat penting tentang pelatihan dan pengembangan kapasitas pemeliharaan perdamaian ini. Ini mencerminkan keterlibatan kuat Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian di PBB dan juga di lapangan," imbuhnya.

Debat Terbuka DK PBB bertema "Menabur Benih Perdamaian: Pelatihan dan Pembangunan Kapasitas untuk Meningkatkan Keselamatan, Keamanan, dan Kinerja Pasukan Perdamaian PBB". Kegiatan ini diadakan dalam rangka Kepemimpinan Indonesia di Dewan Keamanan pada Mei 2019.

Guterres menekankan, peningkatan kualitas pelatihan dan pengembangan kapasitas adalah komitmen utama bersama dari Inisiatif Aksi untuk Pemeliharaan Perdamaian ("Action for Peacekeeping initiative").

Baca juga : Ormas Islam Jangan Lakukan Sweeping Selama Ramadan

"Pelatihan menyelamatkan nyawa. Pasukan penjaga perdamaian kita ditempatkan di lingkungan yang semakin kompleks dan seringkali bermusuhan. Pelatihan dapat mempersiapkan mereka untuk tugas-tugas pemeliharaan perdamaian yang vital dan meningkatkan kinerja mereka. Dan seperti yang kita ketahui, peningkatan kinerja dapat mengurangi jumlah kematian," ucap Guterres.

Dengan demikian, lanjutnya, pelatihan adalah investasi strategis yang diperlukan dalam pemeliharaan perdamaian serta merupakan tanggung jawab bersama antara negara-negara anggota dan Sekretariat PBB. Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB tentang operasi pemeliharaan perdamaian itu dilaksanakan di Markas PBB, New York dan dipimpin Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Pertemuan Debat Terbuka DK PBB dengan tema utama "Menabur Benih Perdamaian" itu bertujuan untuk terus mendorong peningkatan kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dalam berbagai misi di belahan dunia. Pertemuan itu merupakan salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.[MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.