Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bentrokan Di Penjara Ekuador Tewaskan 68 Orang

Minggu, 14 Nopember 2021 13:22 WIB
Keluarga korban bentrokan penjara Ekuador (Foto: Getty Images))
Keluarga korban bentrokan penjara Ekuador (Foto: Getty Images))

RM.id  Rakyat Merdeka - Sedikitnya 68 orang tewas dalam perkelahian di LP Litoral, Guayaquil, Ekuador, Jumat (12/11) malam.

Pihak berwenang mengatakan, kekerasan bermula dari perselisihan teritorial antara kelompok-kelompok yang bersaing, setelah seorang pemimpin geng dibebaskan lebih awal.

"Karena bagian penjara ini tidak memiliki pemimpin, geng lain mencoba masuk untuk melakukan pembantaian total," kata Gubernur Provinsi Guayas Pablo Arosemena, kepada wartawan seperti dikutip BBC.

Saat kejadian, lanjutnya, ada sekitar 700 tahanan di area fasilitas tempat kerusuhan mematikan itu terjadi.

Berita Terkait : Aset Yang Dibagikan KPK Di Antaranya Milik Nazaruddin Dan Anas Urbaningrum

Lewat cuitan Twitter, Presiden Ekuador Guillermo Lasso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, Ekuador membutuhkan langkah-langkah baru, untuk memerangi mafia yang mendapat untung dari kekacauan.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Lasso menegaskan, pemerintahnya tak hanya berhasil memegang kendali penjara. Tetapi juga daerah kekuasaan para pengedar narkoba.

Dia menuduh pemerintahan sebelumnya telah bersikap "pasif" terhadap perdagangan narkoba. Lasso menyebut, peningkatan penggunaan narkoba di negara itu membutuhkan "lebih dari satu dekade" untuk diatasi.

Terkait hak tersebut, Lasso menilai, Ekuador membutuhkan dukungan internasional dari negara tetangga Kolombia, AS dan Uni Eropa untuk memperkuat angkatan bersenjata dan polisi. Demi memerangi pengaruh geng kejahatan yang semakin meningkat.

Berita Terkait : Bamsoet Ingatkan Masalah PMI Di Bahrain

September lalu, lebih dari 100 narapidana juga tewas dalam bentrokan antar geng di penjara yang sama. Total napi yang tewas di penjara Ekuador di sepanjang tahun 2021, hampir menyentuh angka 300.

Bentrokan antar geng September lalu, tercatat sebagai sejarah paling kelam di Ekuador. Kala itu, narapidana dari satu sayap penjara merangkak melalui lubang, untuk mendapatkan akses ke sayap yang berbeda. Mereka menyerang anggota geng rival.

Ratusan perwira dan tentara pun dikerahkan untuk menguasai kembali kompleks tersebut.

Pertarungan maut itu menarik perhatian geng kejahatan transnasional. Seperti kartel Sinaloa dan Jalisco Generasi Baru yang berbasis di Meksiko.

Berita Terkait : Andika Tanpa Sandungan

Penjara Ekuador saat ini berada dalam situasi overload. Kelebihan 9.000 napi dari yang seharusnya.

LP Litoral yang dirancang untuk 5.300 napi, kini menampung 8.500 tahanan. [HES]