Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Sebelumnya
KIP merupakan informasi berbasis digital yang dapat diakses publik melalui smartphone, dalam bentuk QR code.
“KIP ini telah diterapkan untuk beberapa lokasi, di arboretum, kebun raya, hutan kota, termasuk pohon-pohon di Istana Merdeka Jakarta,” Kirsfianti menerangkan.
Baca juga : Pegadaian Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Pulau Buru
Sementara itu, mendukung upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), dan restorasi hutan, Puslitbang Hutan juga telah mengembangkan teknologi silvikultur KoffCo, dengan memanfaatkan peran mikroba untuk mendukung pertumbuhan bibit di persemaian.
“Teknologi ini sangat diminati masyarakat dan telah dikembangkan untuk lebih dari 100 jenis, hasilnya memiliki tingkat ketahanan (survival) yang tinggi, serta ada nilai tambah berupa produksi jamur yang edibel, sebelum menghasilkan kayu,” tutur Kirsfianti.
Baca juga : Demi Keterbukaan Informasi Publik, Kemenpora Kuatkan Fungsi PPID
Di samping berbagai inovasi di atas, BLI KLHK juga mendapat amanat Menteri LHK untuk menjalankan Pusat Kajian Lahan Gambut Tropis Global (International Tropical Peatland Center/ITPC) yang telah diluncurkan 30 Oktober tahun lalu.
Bersama dengan mitra UNEP, CIFOR, dan FAO, BLI KLHK telah melakukan berbagai kegiatan, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), publikasi digital, temu pakar, dan terakhir diseminasi dalam bentuk talk show, bertema “Promoting Paludiculture Practices for Sustainable Management of Tropical Peatland”, yang dilaksanakan di acara Media Dialog Festival Sains di Serpong (13/8). [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya