Dark/Light Mode

DPD Komitmen Dukung Investasi Rusia di Indonesia

Selasa, 2 Juli 2019 19:19 WIB
Suasana pertemuan DPD dengan delegasi Rusia, yang membahas soal pembangunan proyek kereta api di Kalimantan, Selasa (2/7). (Foto: Humas DPD)
Suasana pertemuan DPD dengan delegasi Rusia, yang membahas soal pembangunan proyek kereta api di Kalimantan, Selasa (2/7). (Foto: Humas DPD)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPD mendorong percepatan masuknya investasi Rusia ke Indonesia. Salah satunya, pembangunan proyek kereta api Trans Kalimantan. Untuk itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah agar proyek ini bisa segera terwujud pada tahun ini.

“Kami berusaha agar perkembangan investasi Rusia di Indonesia khususnya di Kalimantan terus didukung pemerintah pusat, daerah, dan parlemen,” ucap Ketua Komite II Aji M. Mirza Wardana saat menerima kunjungan delegasi Rusia di Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (2/7).

Pertemuan ini dihadiri Ketua Komite I DPD RI Benny Rhamdani, Anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Selatan Habib Hamid Abdullah dan Sekretaris Jenderal DPD RI Reydonnyzar Moenek. Sementara delegasi Rusia dipimpin oleh Deputi Menteri Perhubungan Federasi Rusia Vladimir Tokarev, First Deputy Director General of JSC Russian Railways Alexander Misharin, dan Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva.

Senator asal Kalimantan Timur itu berharap, kereta api yang akan melintasi Kalimantan ini tidak hanya mengangkut barang atau batu bara. "Kita juga mendorong proyek Trans Kalimantan kereta api yang dibangun ini bisa menjadi transportasi untuk penumpang. Sudah saatnya, Kalimantan punya kereta api, apalagi kerja sama ini sudah ada sejak 2012. Tapi sayang, sampai saat ini masih belum terwujud," keluh Aji.

Baca juga : Bersama Kemenhub, PII Dukung Infrastruktur Transportasi Di Lampung

Sementara itu, Ketua Komite I Benny Rhamdani mengatakan DPD sangat aktif dalam pembicaraan soal rencana kerja sama Trans Kalimantan dengan Rusia. Tahun 2018, DPD telah melakukan regional development meeting. “Kami sangat aktif dalam pembicaraan, bahkan telah membentuk tim terpadu,” papar Benny.

"Jadi, sikap DPD tidak diragukan lagi. Kita terlibat dalam pembicaraan. DPD berusaha terus meyakinkan pemerintah dalam regulasi kebijakan," imbuhnya.

Benny meyakini, kerja sama Trans Kalimantan dan Rusia ini akan menarik investor-investor lain untuk masuk. Sehingga, pemerintah bisa fokus pada rencana memindahkan ibu kota ke Kalimantan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPD RI Reydonnyzar Moenek menjelaskan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut serangkaian pertemuan sebelumnya.

Baca juga : 2021, Hyundai Mulai Produksi Mobil Di Indonesia

Dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, Ketua DPD Oesman Sapta Odang atau OSO juga telah berkomitmen untuk melakukan percepatan. Termasuk, memberikan kepastian serta keamanan dalam investasi maupun mempromosikan daerah.

“Itulah tugas kita sebagai DPD yang mencoba, dan terus mencoba menarik sejumlah investasi serta memberikan kepastian,” tutur Donny.

Sementara Deputy Transport Minister of the Russian Federation, Vladimir Tokarev mencatat, Rusia telah mengeluarkan jumlah dana yang cukup besar untuk berinvestasi di Indonesua. Sejak tahun 201w, Rusia telah menginvestasikan 80 juta dolar AS. Sebagian besar difokuskan pada jasa pekerja.

“Kita juga sudah melaksanakan penelitian geologi. Namum, masih ada beberapa halangan proyek pembangunan, khususnya di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Baca juga : Pilpres Kelar, Jokowi Gandeng Prabowo-Sandi Bangun Indonesia

Vladimir Tokarev berharap pemerintah pusat dan daerah di Kalimantan bisa mengoptimalkan dukungannya. Yakni, menjamin pasokan batu bara yang cukup dan pembebasan lahan. “Selama ini, terkait pembebasan lahan, kami telah menjalankan prosedur-prosedur yang berlaku,” tuturnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.