Dark/Light Mode

Bambang Hendoryono: Emisi Karhutla Era Jokowi Turun Drastis Hingga 70 Persen

Rabu, 3 April 2024 17:42 WIB
Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendoryono. (Foto: Istimewa)
Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendoryono. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendoryono, menyatakan emisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai 2019 hingga 2023 turun drastis sebesar 70,73 persen. Penurunan tersebut dibuktikan oleh data selama empat tahun terakhir. Sebelumnya, emisi dari Karhutla pada 2019 tercatat 624.163.985, lalu turun drastis menjadi 182.714.440 pada 2023.

Menurut Bambang, keberhasilan pencegahan karhutla tersebut berkat koordinasi internsif dengan Kementerian dan Lembaga. “Pengendalian Karhutla harus kita lakukan dari kegiatan pencegahan, penanggulangan dalam hal ini pemadamannya, dan yang terakhir pemulihan atau pengelolaan landscape. Sinergitas sangat diperlukan khususnya bagaimana kami mengedepankan pentahelix yang kita kenal selama ini mampu menyatukan kita semua dalam satu kolaborasi untuk sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” kata Bambang, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (3/4).

Baca juga : Sambut Lebaran, Garuda Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80 Persen

Sinergitas tersebut melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Perguruan Tinggi dan LSM dan Pemegang Izin/Korporasi. Bambang mengatakan, jika menggunakan baseline tahun 2015, maka tujuh tahun terakhir luas Karhutla di Indonesia juga turun signifikan 29,59 persen sampai 94 persen. “Tahun 2023, luas Karhutla secara keseluruhan seluas 1.161.192,93 Ha,” kata Bambang.

Inovasi juga terus digencarkan untuk pencegahan dengan salah satunya KLHK bekerja sama dengan Kementerian Kominfo melaksanakan SMS Blast peringatan dini dan himbauan kepada masyarakat dilaksanakan disetiap daerah dengan kecendrungan peningkatan hotspot.

Baca juga : Hari Kedua Di Sumut, Jokowi Tinjau RSUD Sibuhuan Hingga Persediaan Beras

“Dengan ragam strategi yang tepat sasaran, mulai analisis iklim dan langkah strategis, pengendalian operasional dan pengelolaan landscape, maka pencegahan akan lebih maksimal,” terang Bambang.

Bambang juga telah menyiapkan antisipasi karhutla untuk tahun 2024 antara lain dengan memantau dan memutakhirkan data Informasi prakiraan iklim, cuaca, dan sistem peringkat bahaya kebakaran dari BMKG. “Kami terus melakukan sosialisasi, kampanye, memasang rambu-rambu, sekaligus meningkatkan pengawasan dan cek lapangan terhadap indikasi kejadian karhutla,” kata Bambang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.