Dark/Light Mode
Bersama Menteri LHK Peringati Hari Lingkungan Hidup 2024
Wapres Minta Kurangi Penggunaan Energi Fosil
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin meminta masyarakat mengurangi penggunaan energi fosil untuk menekan dampak polusi dan krisis iklim.
Hal tersebut disampaikan Wapres dalam acara puncak perayaan Hari Lingkungan Hidup 2024, di Taman Arboretum Ir. Lukito Daryadi, Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (5/7/2024). Hadir sebagai tuan rumah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.
Beberapa tamu penting juga hadir. Antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Penasihat Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Dindin Wahyudin, dan para Duta Besar negara sahabat. Hadir juga mantan Menteri Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Emil Salim dan mantan Menteri Kehutanan MS Kaban.
Dalam laporannya, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini berfokus pada upaya peningkatan dan penguatan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Hal ini dilakukan untuk merespons isu-isu lingkungan dengan tindakan nyata, selain penguatan kebijakan dan langkah korektif yang dilakukan Pemerintah.
Menteri Siti memastikan, KLHK konsisten menjaga lingkungan. Namun, konsistensi itu akan terasa hampa jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat.
“Tentu kami ingin memperkuat terus (dukungan masyarakat). Fondasinya sudah terlihat. Ke depan, kira-kira yang paling penting untuk menjaga lingkungan adalah partisipasi publik,” kata Menteri Siti.
Baca juga : PDN Pulih Total, Hadi Tersenyum
Ia juga meminta bantuan awak media untuk bisa menerjemahkan upaya KLHK dalam menjaga lingkungan dan hutan. Dari bahasa-bahasa kebijakan yang teknis menjadi bahasa yang mudah dicerna masyarakat.
“Kadang kami kesulitan untuk memberi penjelasan (ke masyarakat). Sebab itu, peran kawan-kawan media sangat diperlukan supaya informasi (lingkungan dan kehutanan) bisa dikemas dengan baik,” ucap Menteri Siti.
Menurutnya, penguatan kebijakan publik dan korektif terus dilakukan KLHK disertai dengan aksi-aksi inovasi di lapangan. Terutama, mendukung kegiatan yang datang dari masyarakat. "Jadi, ke depan arahnya untuk menjadi berkesinambungan dan makin konsisten," imbuhnya.
Setelah Menteri Siti memberi sambutan, Wapres maju untuk memberikan pengarahan. Mantan Ketua Umum MUI ini mengingatkan masyarakat tentang kondisi dunia saat ini. Wapres menjelaskan, dunia tengah menghadapi tiga krisis global, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.
"Agar dampaknya tidak meluas ke berbagai aspek kehidupan, seperti lingkungan, kesehatan, masyarakat, dan laju pembangunan, ketiga krisis ini perlu segera ditangani," tegas Wapres.
Wapres lantas memaparkan tiga langkah strategis dalam upaya menangani krisis iklim. Pertama, dorong riset dan pengembangan teknologi inovatif untuk pemulihan lahan terdegradasi dan dampak perubahan iklim.
Baca juga : Pilgub Jakarta, Banteng Mulai Elus Nadiem
Mantan Rais Aam PBNU ini meminta agar teknologi energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidrolik terus dikembangkan. Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Sebab, penggunaan bahan bakar fosil secara terus-menerus dapat menyebabkan emisi gas rumah kaca.
“Kedua, pastikan bahwa dampak perubahan iklim ditanggung secara adil dan merata, dengan mempertimbangkan tanggung jawab sejarah, tingkat kerentanan, dan kapasitas masing-masing pihak,” lanjut Wapres.
Dia pun menyerukan kepada segenap pemangku kepentingan untuk membuat kebijakan mitigasi dan adaptasi iklim yang memperhitungkan kebutuhan dan kerentanan kelompok yang terpinggirkan.
“Ketiga, perkuat tata kelola lahan dan hutan,” pesan Wapres.
Dia juga berpesan kepada pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan aktivitas yang dapat memperburuk degradasi lahan dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi serta penegakan hukum dengan penerapan sanksi yang sesuai. "Tujuannya untuk mewujudkan tata kelola lahan dan hutan yang lebih baik," terang Wapres.
Menurut dia, ikhtiar menjaga kelestarian lingkungan adalah perjuangan untuk membumikan lingkungan yang baik bagi generasi saat ini, hingga generasi selanjutnya.
Baca juga : Ombudsman: Kecurangan PPDB Berulang Lagi
“Tanah kita, masa depan kita. Melalui langkah-langkah konkret, Indonesia terus berupaya membangun ketahanan lingkungan untuk mewarisi bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Usai memberikan pengarahan, Wapres dengan didampingi Menteri Siti memimpin peresmian Green TV. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di Taman Arboretum Ir. Lukito Daryadi, yang tidak jauh dari pusat acara.
Di acara itu, Menteri Siti juga membidani pembentukan klub sepeda bambu Jakarta yang dinamakan Ambassador Bamboo Bike Club. Klub ini beranggotakan para duta besar negara sahabat. Mereka mulai menggowes Agustus mendatang di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta.
Menteri Siti menerangkan, peluncuran klub sepeda ini untuk mempererat diplomasi dan kerja sama Indonesia dengan negara dan organisasi internasional. "Khususnya di bidang lingkungan hidup dan kehutanan," terangnya.
Anggota Ambassador Bamboo Bike Club di antaranya Dubes Norwegia, Dubes Denmark, Dubes Selandia Baru, Dubes Mesir, Perwakilan Dubes Jepang, dan Dubes Kanada (UMM/JAR)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.