Dark/Light Mode

Menggapai Kemabruran Haji (19)

Memahami Makna Simbolik Haji: Asal Usul Air Zamzam

Kamis, 22 Agustus 2019 14:42 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Warga kabilah (laki-laki) kecil tidak boleh mengawini perempuan warga kabilah yang lebih besar. Sebaliknya kabilah besar berhak mengawini seluruh kabilah yang lebih kecil di bawahnya. Mata air paling besar di kawasan itu ialah mata air zam-zam yang dikuasai oleh suku/ kabilah Quraisy, maka kabilah tertinggi di kawasan itu ialah Quraisy, kabilah yang pernah melahirkan Nabi Muhammad SAW. 

Keberadaan sumur atau air zamzam bisa menampik cerita-cerita yang tidak dudukung oleh riwayat yang shahih bahwa Umar ibn Khathab pernah membunuh anak perempuannya hidup-hidup lantaran khawatir akan membebani ekonomi keluarga. 

Baca juga : Ditetapkan Undang-undang, Penyaluran BBM Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Di sejumlah tempat yang jauh dari mata air zamzam mungkin memang ada yang terpaksa membunuh anak-anak perempuannya dengan alasan ekonomi, sakrifasi, atau tujuan-tujuan lain, tetapi suku Quraisy adalah suku paling makmur di jazirah Arab saat itu karena didukung oleh oase yang tak pernah kering berupa air zamzam. 

Akan tetapi kabilah-kabilah kecil di luar Mekah itulah yang sering dilanda masa paceklik. Jumlah atau populasi penduduk harus dikontrol agar tidak terjadi over populations dengan cara mengorbankan anak-anak perempuannya. 

Baca juga : Memahami Makna Simbolik Haji: Thawaf (2)

Sebagaimana sering diceritakan Umar ibn Khathab pernah kedapatan di masjid seperti orang gila karena sebentar ketawa sebentar menangis. Ketika ditanya kenapa menangis dijawab aku mengenang anak perempuanku sedang lucu-lucunya tetapi aku membunuhnya karena tradisi orang Arab sering membunuh anak perempuan. 

Aku ketawa karena pernah membawa “Tuhan” dalam bentuk roti menyeberang Padang pasir. Di tengah Padang pasir perbekalan habis terpaksa Tuhan dalam bentuk roti habis dimakan.  Cerita ini diragukan kebenarannya karena Umar suku Quraish tidak mengenal pembunuh terhadap anak perempuan. Bahkan Khadijah menjadi pengusaha besar pada saatnya. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.