Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Sehubungan berita yang sekarang beredar tentang efek samping Astra Zeneca, maka hal ini sebenarnya sudah dibicarakan pada tahun 2021, waktu vaksin ini mulai digunakan.
European Medicine Agency (EMA) misalnya, pada 7 April 2021 mengeluarkan dokumen berjudul "AstraZeneca’s COVID-19 vaccine: EMA finds possible link to very rare cases of unusual blood clots with low blood platelets".
Dalam kesimpulannya mereka sampaikan "COVID-19 is associated with a risk of hospitalisation and death. The reported combination of blood clots and low blood platelets is very rare, and the overall benefits of the vaccine in preventing COVID-19 outweigh the risks of side effects."
Baca juga : Komnas PP KIPI: Tidak Ada Efek Samping Vaksin Covid-19 Di Indonesia
Sementara itu, WHO pada 19 Maret 2021 juga mengeluarkan dokumen berjudul "Statement of the WHO Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) COVID-19 subcommittee on safety signals related to the AstraZeneca COVID-19 vaccine".
Kesimpulan WHO di dokumen ini juga menyebutkan "The AstraZeneca COVID-19 vaccine continues to have a positive benefit-risk profile, with tremendous potential to prevent infections and reduce deaths across the world."
Dan lalu WHO menyebutkan bahwa "The GACVS subcommittee recommends that countries continue to monitor the safety of all COVID-19 vaccines and promote reporting of suspected adverse events". Karena anjuran WHO ini untuk semua negara, maka tentu Kementerian Kesehatan kita juga sudah sejak 2021 itu mengantisipasi hal ini.
Baca juga : 3 Pemain PSIS Siap Beraksi Di Piala Asia
Beberapa negara memang di 2021 itu menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 Astra Zeneca, seperti Swedia, Jerman, Prancis, Spanyol, Denmark dan Belanda. Tetapi banyak juga negara lain di dunia (termasuk Indonesia) yang tetap menggunakannya sebagai pencegahan COVID-19.
Jadi, efek samping vaksin COVID-19 Astra Zeneca ini bukan hal baru, sudah diketahui sejak 2021, 3 tahun yang lalu. Hanya saja manfaat vaksinasi untuk melindungi seseorang dari COVID-19 ketika itu jauh lebih tinggi daripada berbagai kemungkinan efek sampingnya yang mungkin ada dan terjadi sangat jarang.
Penulis:
Baca juga : Rendam Kaki Di Es Demi Duit Asuransi
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya