Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Indonesia dalam ASEAN memainkan peran penting guna memperkuat kerjasama regional, sementara hubungan bilateral dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Australia membantu menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan. Modernisasi alutsista dan peningkatan kemampuan personel militer juga menjadi elemen kunci dalam memperkuat kapabilitas pertahanan nasional.
Tantangan yang dihadapi Indonesia tidak hanya berasal dari luar, tetapi juga dari dalam negeri. Ancaman terorisme dan ekstremisme, serta ketegangan di Laut China Selatan, memerlukan pendekatan yang komprehensif dan strategis. Dari sini Indonesia mengadopsi strategi pertahanan berlapis yang mencakup kekuatan militer, keamanan siber, dan pertahanan sipil.
Kerjasama regional dan internasional, latihan militer bersama, serta pembangunan infrastruktur pertahanan yang canggih menjadi bagian integral dari upaya tersebut. Dengan memanfaatkan posisi geografis yang strategis, memperkuat kapabilitas militer, dan meningkatkan kerjasama internasional, Indonesia dapat menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional serta regional dengan lebih efektif.
Baca juga : Pancasila Sebagai Landasan Perlindungan HAM
Dari itu Indonesia fokus pula pada beberapa aspek penting dalam strategi pertahanannya. Keamanan maritim adalah salah satu prioritas utama, mengingat ancaman seperti pembajakan, penangkapan ikan ilegal, dan penyelundupan yang sering terjadi di perairan Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan Angkatan Laut, dan penjaga pantai sangat, diperlukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas di perairan ini.
Selain itu, diplomasi pertahanan memainkan peran yang sangat penting. Kerjasama militer dengan negara-negara lain, khususnya di Asia Tenggara dan Pasifik, dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi ancaman regional. Bersamaan pula dari sini modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), hal ini merupakan elemen penting dalam meningkatkan kapabilitas pertahanan Indonesia.
Dengan mengadakan teknologi militer canggih dan meningkatkan kemampuan personel militer, Indonesia dapat lebih efektif menghadapi ancaman konvensional maupun non-konvensional. Teknologi modern memungkinkan militer Indonesia untuk merespons berbagai situasi dengan lebih cepat dan akurat, serta memperkuat posisi strategisnya di kawasan.
Baca juga : BPIP RI: Penjaga Pancasila Untuk Masa Depan NKRI
Ketegangan di Laut China Selatan juga merupakan ancaman potensial bagi keamanan regional. Klaim teritorial oleh China yang bertentangan dengan klaim negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, menimbulkan risiko konflik. Indonesia harus menjaga netralitas dan kedaulatan di wilayah Natuna yang berdekatan dengan area sengketa.
Dengan memanfaatkan posisi geografis yang strategis, meningkatkan kapabilitas militer, dan memperkuat kerjasama internasional, Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan dan ancaman dengan lebih efektif. Posisi geografis Indonesia yang berada di persimpangan dua samudra dan dua benua memberikan keunggulan strategis dalam dinamika perdagangan global dan keamanan regional.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur Lemhannas RI (2001-2005).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya