Dark/Light Mode
Tausiah Politik
Sebelumnya
Jika persoalan muncul dan titik temu sulit dicapai, Al-Qur’an menyerukan untuk memusyawarahkan perbedaan dalam segala urusan, sebagaimana dinyatakan dalam ayat: Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. (Q.S. Ali ‘Imran/3:159).
Kalau pun musyawarah sulit dicapai, maka tetap kita diminta untu saling memberikan pembenaran meskipun bukan saling memberikan pengakuan, sebagaimana diisyaratkan dalam ayat: Lakum dinukum waliyadin (Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”/Q.S. Al-Kafirun/109:6).
Baca juga : Mencari Pemimpin Adil
Ayat ini mengisyaratkan satu sama lain boleh saling membenarkan tanpa harus saling memberi pengakuan. Agama-agama lain berhak meyakini kebenarannya masing-masing tetapi kita pun berhak mengakui kebenaran agama kita sendiri, tanpa harus mempertentangkannya.
Mungkin inilah arti dan maksud ayat: Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. (Q.S. Al-Maidah/5:48).
Baca juga : Memilih Pemimpin Pro Rakyat Dalam Islam (2)
Setiap orang atau komunitas berhak memegang teguh komitmen lokalnya masing-masing tanpa harus saling mengusik orang atau komunitas lain, karena bagaimanapun manusia pada dasarnya sama dan berasal-usul dari unsur yang sama, serta tempat kembalinya pun sama.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 14 September 2024 dengan judul "Mencari Pemimpin Yang Mengapresiasi Perbedaan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.