Dark/Light Mode

Refleksi Tahun 2024 Dan Optimisme Tahun 2025:

Evaluasi Kinerja 100 Hari Pemerintahan Kabinet Merah Putih

Senin, 30 Desember 2024 08:00 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan baru yang terbentuk pada 20 Oktober 2024, karuan saja Indonesia memasuki babak baru dengan pelantikan presiden Prabowo Subianto didampingi Gibran Raka­buming Raka sebagai wakil presiden Indonesia periode 2024 – 2029. Termasuk pula menghadapi ­tantangan berat dalam menciptakan perubahan nyata yang men­jawab kebutuhan bangsa. Fokus utama pemerintahan ini adalah membangun fondasi yang kuat ­untuk menciptakan peme­rintahan bersih yang transparan, efektif, dan mampu mengembalikan kepercayaan publik.

Tantangan ini tidak hanya menyangkut persoalan struktural dalam tata kelola peme­rintahan, tetapi juga menyangkut per­soalan budaya birokrasi dan perilaku para aktor politik yang harus diubah secara mendalam. Refleksi atas capaian dan hambatan di tahun 2024 menjadi landasan penting ­untuk ­menyongsong tahun 2025 ­dengan optimisme dan langkah strategis yang terarah.

Baca juga : Strategi DPN Untuk Bangsa Dan Geopolitik Indonesia

Tantangan pertama adalah reformasi birokrasi yang menjadi jantung pemerintahan yang bersih. Sistem birokrasi di ­Indonesia sering dikritik karena tumpang tindih regulasi, praktik korupsi, dan kinerja yang tidak optimal. Hasta Cita yang diusung Presiden Prabowo menempatkan tata kelola pemerintahan yang baik sebagai salah satu prioritas utama. Untuk mencapai hal ini, penerapan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan menjadi langkah krusial.

Tahun 2024 menjadi cermin bagi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Raka­buming Raka untuk mengevaluasi ­ke­berhasilan maupun keku­rangan dalam menjalankan program-program yang telah direncana­kan. Tantangan kedua yang ­harus dihadapi adalah men­ciptakan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan rakyat. Maka tahun 2025 harus menjadi tahun optimisme ­dengan ber­bagai program yang menyentuh langsung ma­syarakat, seperti pengentasan ke­miskinan, ­pengurangan ke­tim­­pangan, dan peningkatan ­kualitas pendidikan serta kese­hatan.

Baca juga : DOB Harus Sesuai Dengan Politik Potensi Daerah, Kemampuan APBN, dan APBD

Oleh karena itu, pemerintahan ini harus memastikan bahwa ­anggaran negara digunakan secara tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, penting bagi Presi­den Prabowo untuk merangkul berbagai pihak, termasuk sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi, dalam menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan demi­kian, pemerintahan dapat lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan rakyat yang terus berkembang.

Tantangan lainnya adalah membangun stabilitas politik di tengah polarisasi masyarakat yang masih terasa pasca-pemilu. Polarisasi ini, jika tidak di­tangani dengan bijak, da­pat menghambat jalannya peme­rintahan dan memengaruhi ­kepercayaan publik. Pemerin­tahan ini perlu menekankan pentingnya persatuan nasional melalui ­narasi yang inklusif dan kebijakan yang tidak diskriminatif.

Baca juga : Pensiunan Bisa Menjadi Pilar Utama Asta Cita

Hasta Cita, dengan prinsip keadilan dan persatuan nasio­nalnya, dapat menjadi pedoman dalam menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara berbagai kelompok masyarakat. Pemerintah juga perlu memperkuat supremasi hukum untuk menjamin hak-hak rakyat dan mengurangi ketegangan politik. Stabilitas politik yang terjaga akan menjadi fondasi kuat bagi pemerintahan dalam menjalan­kan agenda-agenda strategis di tahun-tahun mendatang.

Selain tantangan domestik, pemerintahan Prabowo juga ­harus beradaptasi dengan di­namika global yang semakin kompleks. Ketegangan geopolitik dan ancaman ekonomi global menuntut Indonesia memiliki kebijakan luar negeri yang cermat, serta strategi pertahanan nasional yang modern dan adaptif. Sebagai mantan Menteri ­Pertahanan, pengalaman Presi­den Prabowo menjadi aset berharga dalam memperkuat ­posisi Indonesia di tingkat regional maupun internasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.