Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Saat Erdogan Ingatkan Potensi Bahaya AI Untuk Keamanan Global
Rabu, 12 Februari 2025 14:40 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Sehubungan dengan kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia dalam beberapa hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa pada Desember 2024 lalu, saya menjadi pembicara dalam acara “The International Strategic Communication Summit (Stratcom Summit 2024)” di Istanbul. Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Komunikasi Kantor Presiden Türkiye.
Acara Stratcom Summit 2024 dibuka dengan sambutan tertulis Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang menyoroti sedikitnya lima hal.
Pertama, AI dalam komunikasi yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi ajang penyebaran disinformasi yang berpotensi berdampak pada keamanan global.
Kedua, pendekatan yang diperlukan harus bersifat proaktif, berorientasi pada pemecahan masalah, mengedepankan kerja sama internasional, serta selalu menghargai aspek kemanusiaan.
Baca juga : Fadli Zon Dukung Gerakan PBI Tanamkan Kecintaan Generasi Muda ke Kebaya
Ketiga, Presiden Erdogan menekankan pentingnya mencegah kesalahan dan manipulasi informasi dengan selalu menjunjung prinsip jurnalisme yang berlandaskan kebenaran, bukan sekadar kepentingan kekuasaan.
Keempat, AI harus dikembangkan dengan tetap menjaga keseimbangan antara inovasi dan etika komunikasi.
Kelima, perlu ada inovasi dalam komunikasi berbasis AI yang mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga budaya, kebijakan luar negeri hingga pariwisata, serta dari industri dan teknologi hingga pendidikan.
Dalam penutup sambutannya, Presiden Erdogan menekankan setidaknya empat prinsip global AI yang harus dijunjung tinggi, yaitu keadilan, etika, hati nurani, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Baca juga : Hasil Penelitian FMIPA USU, BPA Tak Terdeteksi pada Air Minum Kemasan Galon
Ini adalah kali ketiga saya diundang oleh Direktorat Komunikasi Kantor Kepresidenan Turki.
Pertama, pada November 2022, ketika Türkiye mengadakan side event di forum G20 di Bali dengan topik Health Diplomacy in the Post-Pandemic: New World Order.
Kedua, pada Maret 2023, saya kembali diundang ke Istanbul untuk berbicara dalam Istanbul Security Forum. Ketiga, pada Stratcom Summit 2024 ini.
Prof. Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI
Baca juga : Fraksi PKS Soroti Impor Daging, Ingatkan Bappanas & Kementan Soal Asta Cita
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya