Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu corak ideologi Al-Qur’an ialah persamaan (al-musawa), yakni menjunjung tinggi persamaan hak sesama umat manusia. Namun tidak bisa diidentikkan dengan egaliterianisme karena Al-Qur’an masih tetap menjunjung tinggi struktur etika di dalam masyarakat. Terutama kita bisa lihat di dalam seruan Al-Qur’an untuk menggunakan bahasa yang santun dan proporsional. Al-Qur’an tetap menjunjung tinggi tata karma berbahasa dan menggunakan bahasa-bahasa yang santun di dalam masyarakat.
Sebagai contoh, bahasa terhadap kedua orang tua atau yang kita anggap sebagai senior kita, Al-Qur’an mengingatkan kita untuk menggunakan bahasa yang mulia (qaulan kariman): “... ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS Al-Isra’/17:23).
Baca juga : Bagaikan Hutan Belantara
Terhadap anak-anak dan para yunior kita menggunakan bahasa yang baik dan populer (qaulan ma’rufan): “... ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik” (QS An-Nisa’/4:5.
Untuk pengungkapan data dan fakta, kita diminta menggunakan bahasa yang tepat dan valid (qaulan sadidan): “...hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS An-Nisa’/4:9). Terhadap kelompok oposisi atau kaum munafiq kita diminta menggunakan bahasa yang komunikatif (qaulan baligan): “...katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka” (QS An-Nisa’/463).
Baca juga : Misteri Angka 19 (Bagian 4)
Terhadap orang yang kasar dan jahat tetap kita diminta menggunakan bahasa lemah-lembut (qaulan layyinan): “ ... maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut” (QS Thaha/20:44). Terhadap kelompok yang dianggap musuhpun kita tetap diminta untuk menggunakan bahasa yang pantas (qaulan maisuran): “...katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas” (QS Al-Isra’/17:28).
Tuhan meminta kita untuk menghindari bahasa yang keras (qaulan ‘adhiman): “ ... Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya)” (QS Al-Isra’/17:40). Hanya Tuhan yang berhak menggunakan bahasa yang berat (qaulan tsaqilan): “...Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat” (QS Al-Muzzammil/73:5).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.