Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Apa yang dimaksud mukjizat? Mengapa Al-Qur’an disebut mukjizat terbesar? Mukjizat dari kata a’jaza-yu’jizu berarti melemahkan. Sesuatu disebut mukjizat jika memiliki empat unsur:
Pertama ada sesuatu yang ditantang. Kedua, sesuatu yang ditantang itu muncul dari Nabi atau Rasul. Ketiga, ada yang menantang. Keempat, yang menantang itu kalah atau yang ditantang itu tak terkalahkan.
Baca juga : Apa Arti Hidup Beragama?
Sebagaimana halnya mukjizat para nabi dan rasul terdahulu, Al-Qur’an dianggap sebagai mukjizat karena memenuhi keempat kriteria tadi, yaitu Al-Qur’an sebagai kitab suci yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an berkali-kali ditantang pada masa turunnya, seperti dilakukan oleh Musailimah Al-Kadzab, Al-Qur’an tak tertandingi oleh para penantangnya, dan dengan demikian para penantangnya mengalah dan tak akan pernah lagi mencoba untuk menandinginya.
Kemukjizatan Al-Qur’an berbeda dengan mukjizat-mukjizat nabi-nabi lain, yang begitu nabinya wafat maka hilang atau selesai pula kekuatan mukjizatnya. Keutamaan Al-Qur’an sebagai mukjizat, meskipun Nabi Muhammad SAW sudah wafat, tetapi Kitab Suci Al-Qur’an tetap menjadi mukjizat, bahkan Al-Qur’an akan menjadi mukjizat abadi.
Baca juga : Menyikapi Kelompok Radikal
Kemukjizatan Al-Qur’an bisa dilihat dari berbagai segi. Misalnya dari segi kebahasaan, dilihat dari segi content ayat-ayatnya yang selalu terbukti prediksinya, pengungkapan misteri alam gaib, dan pernyataan-pernyataan sainsnya yang selalu relevan dengan temuan-temuan mutaakhir.
Sulit dibayangkan bagaimana mungkin ayat-ayat Al-Qur’an yang turun di abad ke enam, di dalam suatu masyarakat yang peradaban dan kebudayaannya sangat terbelakang, tetapi bisa melahirkan suatu kitab sebrilian Al-Qur’an. Apalagi jika dihubungkan dengan Nabi Muhammad SAW ang dilahirkan ketika tradisi menulis belum popular.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.