Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Tiga kebijakan utama yang disiapkan, adalah perluasan mitra dagang, hilirisasi sumber daya alam, dan penguatan konsumsi domestik. Tiga langkah ini bukan semata reaksi atas tekanan luar, tetapi juga bentuk proyeksi kekuatan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Presiden Prabowo tidak hanya menanggapi kebijakan tarif dengan keluhan diplomatik, tetapi memanfaatkannya sebagai momentum untuk memulai transformasi struktural.
Dalam konteks inilah terlihat pendekatan baru Indonesia terhadap geopolitik ekonomi global—yakni pergeseran dari posisi reaktif menjadi inisiatif strategis. Dunia sedang memasuki fase post-globalization, di mana solidaritas ekonomi tidak lagi menjadi norma dominan, dan negara-negara harus mengandalkan kekuatan domestik dan aliansi alternatif untuk bertahan.
Baca juga : Asta Cita Dan Semangat Kebangsaan Pasca-Lebaran:Membangun Pemerintahan Bersih
Salah satu langkah paling strategis, adalah orientasi baru Indonesia dalam memperluas mitra dagang melalui skema seperti BRICS, RCEP, serta penguatan kerja sama bilateral dengan negara-negara Global South. Strategi ini dikenal dalam teori perdagangan internasional sebagai trade reorientation, yaitu pengalihan ketergantungan dari pasar tradisional ke pasar non-tradisional untuk menurunkan risiko eksternal.
Tak kalah penting, penguatan konsumsi domestik menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas permintaan di tengah pelemahan pasar ekspor. Program Makan Bergizi Gratis, serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, menunjukkan bahwa pemerintah Prabowo tidak hanya bertumpu pada kebijakan makro, tetapi juga menyentuh aspek sosial yang krusial. Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB yang mencapai lebih dari 50%, kebijakan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga mesin pertumbuhan nasional tetap hidup.
Baca juga : Mencegah Korupsi Dalam Pemerintahan Berdasarkan Asta Cita
Dalam kerangka pembangunan yang inklusif, upaya ini menghubungkan kembali antara kebijakan ekonomi makro dengan kesejahteraan masyarakat akar rumput. Dengan kata lain, strategi ini bukan hanya tentang bertahan dari tekanan tarif Trump, tetapi juga tentang memperkuat pondasi ekonomi domestik agar tidak mudah goyah di tengah gejolak global.Dengan demikian, kebijakan tarif Trump bukanlah akhir dari cerita, melainkan titik balik bagi Indonesia dalam membaca arah baru geopolitik ekonomi dunia.
Dunia sedang menyaksikan lahirnya perang posmodern, di mana dominasi tidak lagi ditentukan oleh tank dan misil, tetapi oleh tarif, mata uang, dan kontrol atas sumber daya strategis. Dalam kondisi ini, Indonesia tidak bisa hanya berharap pada kompromi diplomatik, tetapi harus membangun daya tahan dari dalam: melalui diversifikasi pasar, hilirisasi industri, serta revitalisasi konsumsi dan distribusi domestik.
Baca juga : Asta Cita Dalam Tindakan Membangun Indonesia Maju
Pemerintahan Prabowo Subianto tampaknya menyadari sepenuhnya, bahwa tantangan ekonomi hari ini tidak terlepas dari pertarungan geopolitik global. Dalam dunia yang semakin multipolar dan sarat dengan rivalitas, hanya negara dengan ketahanan struktural yang mampu tetap relevan dan berdaulat. Dan Indonesia, bila konsisten menjalankan transformasi strategis ini, memiliki peluang besar untuk bangkit sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia dan dunia.
Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur Lemhannas RI (2001-2005). Kini Ketua Dewan Pembina Center for Geopolitic and Strategy Studies of Indonesia (CGSI)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya