Dark/Light Mode

Asta Cita Dalam Tindakan Membangun Indonesia Maju

Senin, 24 Maret 2025 07:50 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Asta Cita, sebagai visi strate­gis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, merupakan manifestasi dari komitmen untuk mem­bangun ­Indonesia Maju di ­tengah kon­disi global yang penuh ketidak­pastian. Dalam situasi yang semakin kompleks, terutama akibat disrupsi geopolitik dan tantangan ekonomi, efisiensi dalam pelaksanaan program pembangunan menjadi suatu keharusan.

Dengan delapan cita-cita ­utama yang meliputi kesejah­teraan ekonomi, kedaulatan ­pangan dan energi, hingga pertahanan nasional yang tangguh, Asta Cita harus diimplementasikan dengan pendekatan yang adaptif terhadap dinamika global agar dapat menghadapi ­tan­tangan masa depan dengan lebih baik. Maka dinamika geopolitik yang terus berubah, ­seperti rivalitas kekuatan besar di Asia Pasifik, perang dagang, dan instabilitas regional, me­nuntut Indonesia untuk me­nerapkan diplomasi yang fleksibel serta kebijakan ekonomi yang adaptif. 

Ketidakpastian global menuntut strategi pula yang tidak hanya berorientasi pada per­tumbuhan ekonomi domestik, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global. 

Dengan mengadopsi pendekatan yang lebih proaktif, Indonesia dapat memanfaatkan peluang kerja sama inter­nasional untuk mengamankan akses terhadap pasar, investasi, dan teknologi yang mendukung daya saing nasional. Dengan mengintegrasikan ­Asta Cita ke dalam kebija­kan yang berorientasi pada ketahanan ekonomi dan kemandirian nasional, Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan lebih percaya diri. Penguatan sektor strategis melalui inovasi dan kerja sama internasional akan memberikan ketahanan yang lebih baik ter­hadap gejolak eksternal. ­Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu bertahan dalam ketidakpastian global, tetapi juga mengambil peran yang lebih signifikan dalam dinamika ekonomi dan politik dunia.

Baca juga : Asta Cita Butuh Gerak Nyata

Indonesia juga harus memastikan keberlanjutan industrialisasi yang berbasis pada ­keunggulan komparatifnya. Dengan mengoptimalkan sektor manufaktur dan industri kreatif, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah dalam perda­gangan internasional. Investasi dalam infrastruktur yang mendukung industriali­sasi, ­seperti jalan tol, pela­buhan, serta sistem logistik yang efisien, menjadi bagian integral dari Asta Cita. 

Termasuk pula di sini ­modernisasi alutsista menjadi keharusan dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang. Sehingga pende­katan yang diambil harus ­terukur, memastikan bahwa ­setiap ­pengadaan dan peningkatan sistem pertahanan memberikan dampak maksimal tanpa membebani ­anggaran negara secara berlebihan. Efisiensi dalam belanja pertahanan dapat dicapai melalui pemanfaatan teknologi terkini, kerja ­sama ­industri pertahanan dalam ­negeri, serta strategi pembelian yang selektif dan berbasis ­kebutuhan strategis jangka panjang. 

Selain modernisasi alutsista, penguatan keamanan siber menjadi aspek krusial pula dalam menjaga stabilitas nasional. Serangan siber terhadap infrastruktur strategis, termasuk sektor energi, komunikasi, dan pertahanan, dapat mengancam kedaulatan negara tanpa keterlibatan kekuatan militer konvensional. Oleh karena itu, pengembangan sistem keamanan siber yang adaptif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ini, serta kolaborasi dengan mitra internasional menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan digital yang solid. 

Implementasi kebijakan pertahanan yang selaras ­dengan prinsip Asta Cita juga ­menitikberatkan pada kerja sama internasional dan inovasi teknologi. Dalam konteks ini, efek penggentar menjadi elemen penting dalam strategi militer Indonesia, memastikan bahwa setiap peningkatan ­kapabilitas pertahanan tidak hanya bersifat defensif, tetapi juga mampu mencegah potensi ancaman eksternal. Kola­borasi dengan negara lain dalam pengembangan tek­nologi militer serta latihan ber­sama ­menjadi langkah ­stra­tegis dalam memperkuat postur pertahanan. 

Baca juga : Memperkokoh SDM Dan Pendidikan Karakter

Sementara itu efisiensi dalam pengelolaan anggaran per­tahanan menjadi kunci utama, agar pembangunan sektor ini tidak mengorbankan aspek lain yang juga vital, ­seperti pendi­dikan dan kesehatan. Kea­manan nasional memang pen­ting, ­tetapi tanpa kesejah­teraan rakyat yang memadai, ketahanan suatu ­negara menjadi rapuh. Oleh karena itu, alokasi ­anggaran harus dilakukan secara cermat, memastikan bahwa setiap penge­luaran di sektor per­tahanan memiliki dampak strategis yang nyata tanpa membebani ­keuangan negara secara berlebihan. 

Keberlanjutan pembangunan kekuatan pertahanan harus diiringi dengan peningkatan ­kesejahteraan rakyat. Ke­tahanan nasional tidak hanya bergantung pada keunggulan militer, tetapi juga pada stabilitas sosial dan ekonomi yang kuat. Dengan menciptakan ­sinergi antara pertahanan dan kemajuan sosial, Indonesia dapat membangun sistem kea­manan yang tidak ­hanya kokoh secara militer, tetapi juga didukung oleh masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing tinggi. 

Pembangunan sumber ­daya manusia (SDM) menjadi ­aspek lain yang tidak dapat di­abaikan dalam mewujudkan Indonesia Maju. Efisiensi dalam sistem pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja yang adaptif ter­hadap perubahan zaman. Di tengah era disrupsi digital, kebijakan yang men­dukung ­peningkatan kompetensi berbasis teknologi harus di­prioritaskan. 

Dengan demikian, bonus ­demografi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk me­ning­katkan daya saing Indone­sia dalam ekonomi global. Sistem pendidikan juga harus lebih inklusif dan ­merata, sehingga ­kesenjangan ­sosial dapat dikurangi dan per­tumbuhan ­ekonomi menjadi lebih berkelanjutan. Maka selain faktor ekonomi dan pertahanan, stabilitas politik dalam ­negeri juga menjadi kunci dalam mewujudkan visi Asta Cita. 

Baca juga : Tantangan Indonesia Maju Terkendala Birokrasi Dan Korupsi

Ketahanan politik yang kuat akan memberikan kepastian hukum dan regulasi yang lebih baik bagi dunia usaha dan inves­tasi. Dengan memperkuat institusi demokrasi, meningkatkan transparansi pemerintahan, dan memperkuat tata kelola yang baik, Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan nasional. Kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang stabil akan berkontribusi dalam mempercepat pencapaian tujuan pembangunan. 

Asta Cita harus menjadi instrumen utama dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan zaman. Pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan mampu menerjemahkan visi ini ke dalam kebijakan yang konkret, dengan mengedepankan efisiensi dalam setiap tindakannya.

Di tengah ketidakpastian ­geopolitik global, Indonesia ­harus tetap berpegang pada prinsip kemandirian dan keberlanjutan, sehingga mampu menjadi negara yang maju dan berdaya saing tinggi di kancah internasional. Dengan visi yang jelas dan eksekusi yang terarah, Asta Cita dapat menjadi peta jalan bagi Indonesia untuk mencapai kejayaan di abad ­ke-21. 

Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah anggota Dewan Pakar BPIP RI Bidang Geopolitik dan Geostrategi Manajemen Pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.