Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (19)
Dari Manusia Menuju Tuhan (Bagian 2)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam artikel terdahulu dijelaskan bahwa orang yang sudah sampai di maqam Haqqani sudah mulai terbebas dari hijab-hijab ananiyyah dan inniyyah. Bahkan ia sudah sering mengalami fana’. Ia juga sudah terbebas dari hijab-hijab kegelapan (dhulmi) seperti perbuatan dosa dan maksiyat yang dilakukan oleh anggota badan, yang sering dilakukan oleh orang-orang awam.
Tantangan selanjutnya bagaimana ia berusaha membebaskan diri secara permanen terhadap hijab-hijab cahaya (nurani) yang sering menghadang para salik di level atas.
Contoh hijab nurani ialah terselipnya rasa kesombongan (istikbar) dan kebanggaan (‘alin) di dalam diri salik. Hijab istikbar membanggakan asal-usul seperti yang pernah pernah menjatuhkan Iblis dan hijab ‘alin membanggakan prestasi seperti yang pernah dialami malaikat.
Baca juga : Dari al-Khalq Menuju al-Haq (Bagian 1)
Salik yang sudah masuk di dalam maqam ini sudah sering mengalami fana’ (disappear/perish/annihilate), suasana batin ketika sang salik mengalami ketidaksadaran sensorial, karena sudah merasa menyatu dengan Tuhan.
Fana’ adalah ciri khas dan merupakan pemandangan sehari-hari bagi para salik yang berada di safar awal (mi al-Khalq ila al-Haq). Fana’ bisa terjadi manakala seseorang sudah mampu meninggalkan kesadaran al-’alam al-katsrah /the manyness (al-khalq) dan beralih kepada kesadaran al-’alam al-wahdah/ the Oneness (al-Haq). Al-’alam al-katsrah adalah salah satu hijab nurani bagi seorang salik di dalam al-safar al-awwal. Jika ingin memulai perjalanan sucinya maka sang salik harus meninggalkan hijab tersebut dengan beralih ke al-’alam al-Haq. Salik pada maqam ini harus mempu melihat alam ini bukan lagi “banyak” tetapi sudah “satu”. Jika sudah demikian adanya maka sang salik sesungguhnya sudah berada dalam suasana fana’.
Suasana fana’ dalam perspektif tasawuf sebagaimana diuraikan oleh Kamal al-Haidhari dalam kitabnya: Maratib al-Sair wa al-Suluk ila Allah, memiliki beberapa tingkatan, antara lain: Pertama, fana’ dari keterikatannya dengan dirinya sendiri secara fisik (al-fana’ ‘an al-ta’alluqat al-nafsiyyah). Kedua, fana’ dari ketergantungannya dengan kalbunya (al-fana’ ‘an al-ta’alluqat al-qalbiyyah), dan ketiga, fana’ dari zat dan segala materi (al-fana’ ‘an al-dzati).
Baca juga : Jenjang Transformasi Spiritual Manusia (al-Maratib al-Sair)
Fana’ yang pertama biasa juga disebut dengan fana’ terhadap perbuatan (al-fana’ al-af’aliy). Ia tidak sadar lagi dengan perbuatan yang terjadi pada dirinya sendiri. Seolah-olah semua perbuatan yang terjadi pada dirinya adalah adalah perbuatan Allah SWT. Ini juga disebut dengan tauhid perbuatan (al-tauhid al-af’al).
Suasana batin orang ini dilukiskan di dalam Al-Qur’an dengan: Wa ma tasya’una illa an yasya’ Allah Rab al-’alamin (Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam) (QS Al-Takwir/ 81:29). Suasana fana’ tidak tergantung pada keinginan salik tetapi semuanya ditentukan oleh Allah SWT. Panjang pendeknya seseorang berada dalam ke-fana’-an sangat tergantung kepada keputusan Allah SWT.
Fana’ yang kedua biasa juga disebut dengan fana’ terhadap sifat (al-fana’ al-shifatiy). Salik tidak sadar lagi terhadap sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Seolah-olah sifat-sifat itu terjadi dengan sendirinya dan dirasakannya seperti itulah sifat-sifat Tuhan. Akhlaq yang menjelma di dalam dirinya tidak lain adalah akhlak Allah SWT. Dengan kata lain, sifat-sifatnya sudah menyatu dengan sifat-sifat Allah SWT. Inilah yang disebut dengan tauhid sifat (al-tauhid al-shifat).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.