Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (20)
Dari Manusia Menuju Tuhan (Bagian 3)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Islam tidak menolerir seseorang memilah-milah orang lain berdasarkan tingkatan spiritual. Imam Al-Gazali meriwayatkan sebuah hadis, Nabi menunjuk seorang pengamal tasawuf sebagai penghuni neraka lantaran ia menolak seorang perempuan nakal untuk berkonsultasi dengannya padahal ia ingin bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Perempuan itu berusaha menemui sang ulama itu lantaran ingin berkonsultasi tentang persoalan agama, tetapi tidak pernah diberi waktu dengan alasan, tidak ingin ternodai dengan betemu dengan perempuan nakal.
Nabi mengatakan ulama itu penghuni neraka dan perempuan itu penghuni syurga.
Baca juga : Dari Manusia Menuju Tuhan (Bagian 2)
11) Mereka menganggap ilmu tasawuf paling istimewa dan paling benar, sementara ilmu-ilmu ainnya dianggapnya tidak penting.
Siapapun yang ingin mendaki ke maqam spiritual lebih tinggi, terlebih dahulu harus membersihkan diri dari hijab hitam dan hijab putih. Dalam hadis riwayat Ahmad dikatakan setiap orang memiliki standar hijab 20.000 lapis.
Di antara lapis-lapis hijab itu ada yang tipis dan ada yang tebal, bahkan ada yang seperti benteng. Hijab-hijab tipis dan bisa ditembus dengan amalan-amalan riyadhah dan mujahadah. Di sinilah kelebihan takbir ihram. Di antara 10 kelebihannya mampu mendobrak hijab-hijab yang tebal. Kalangan ulama tasawuf mengatakan seandainya orang tahu rahasia besar yang terkandung di dalam takbir ihram maka mungkin tidak akan ada orang meninggalkan shalat, baik shalat sunnat apa lagi fardhu.
Baca juga : Dari al-Khalq Menuju al-Haq (Bagian 1)
Jika seseorang sudah mampu menyingkirkan berbagai hijabnya maka potensi untuk mendaki ke jenjang maqam berikutnya semakin besar. Namun perlu diingat bahwa setiap jenjang pendakian masing-masing memiliki hijab.
Hijab-hijab yang disebutkan di atas adalah hijab yang relatif masih mudah dideteksi dan belum terlalu sulit untuk dilewati. Akan tetapi jika safar ula ini selesai maka hijab berikutnya lebih halus lagi. Di antara hijab itu ada yang disebut dengan hijab katsrah, yaitu manakala seseorang masih menyaksikan banyak (the manyness) pada alam, maka itu masih merupakan hijab. Jika sudah mampu menyaksikan alam ini satu (the oneness) kemudia menjadi The One, maka ia akan bebas menempuh safar tsani, sebagaimana akan dibahas dalam artikel mendatang. BERSAMBUNG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 7 Juni 2025 dengan judul "Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (20) Dari Manusia Menuju Tuhan (Bagian 3)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.