Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (20)
Dari Manusia Menuju Tuhan (Bagian 3)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Di antara kendala salik untuk mendaki ke puncak perjalanan ialah adanya berbagai hijab yang harus ditembus. Dalam ilmu tasawuf dikenal ada dua hijab, yaitu hijab hitam (hijab dhulmani) dan hijab putih (hijab nurani).
Keduanya sama bahayanya. Hijab hitam membutakan mata dan hijab putih menyilaulan mata. Hijab hitam umumnya muncul karena dosa yang dilakukan oleh anggota badan, seperti zina, membunuh, mencuri, berbohong, memfitnah, dan lain-lain. Sedangkan hijab putih umumnya muncul karena dosa yang dilakukan oleh hati, jiwa dan pikiran.
Hijab hitam banyak dibahas di dalam kitab-kitab fikih dan hijab putih lebih banyak dibahas di dalam kitab-kitab tasawuf. Dalam pembahasan ini akan lebih banyak dibahas hijab-hijab putih, karena pada umumnya yang menjadi penghalang untuk sampai ke maqam puncak bukan lagi hijab-hijab hitam tetapi hijab-hijab putih.
Hijam putih terselip di dalam jiwa atau hati paling dalam atau di dalam relung-relung pikiran. Contoh hijab putih ialah ‘ujub, yaitu suatu sikap yang membanggakan prestasi. Hijab putih sangat halus.
Begitu halusnya maka terkadang tidak kelihatan atau tidak terasa sebagai sebuah hijab. Contohnya, seseorang yang merasa bangga dengan pujian, termasuk bagian dari hijab putih. Ibnu ‘Athaillah pernah melukiskan hijab putih ini dalam salah satu bait di dalam kitabnya Al-Hikam: “Keinginanmu agar orang lain mengetahui keistimewaan yang ada pada dirimu menjadi bukti ketidaktulusan penghambaanmu.”
Baca juga : Dari Manusia Menuju Tuhan (Bagian 2)
Jika seseorang menikmati pujian berarti menjadi bukti kurangnya keikhlasan. Para salik di papan atas, jika dipuji ia bersedih karena yang paling pantas untuk dipuji hanya Allah Swt, sebagaimana ditegaskan di dalam surah Al-Fatihah: Al-hamdu lillahi Rabbil ‘alamin (Segala puji hanya tertuju kepada Allah, Tuhan segenap Alam).
Imam Al-Gazali dalam kitab Ihya’-nya juga pernah menggambarkan tanda-tanda jika seseorang masih ditutupi hijab putih antara lain:
1) Mereka yang menyiksa badan untuk mengejar ma’rifah.
2) Mereka hanyut dengan hakikat lalu mengabaikan hukum fikih.
3) Mereka tidak mengontrol mulut ketika memperoleh pengalaman batin yang mengesankan.
Baca juga : Dari al-Khalq Menuju al-Haq (Bagian 1)
4) Mereka terlalu cepat merasa puas dengan kebahagiaan spiritual yang diperoleh.
5) Mereka terbetik di dalam hatinya sebagai pilihan Tuhan yang terbaik. Ia seperti membusungkan dada sebagai kekasih khususnya Allah SWT. Ia bangga karena tidak perlu menempuh waktu dan perjalanan panjang tetapi sudah merasa menemukan apa yang buru selama ini.
6) Mereka yang melupakan dirinya sebagai khalifah yang masih dituntut tanggung jawab sosialnya di dalam menjalani kehidupan. Pencapaian ilmu mukasyafah tidak bisa membuat orang mennaji a-social.
7) Mereka yang sibuk dengan hakikat tetapi mengabaikan syari’ah. Tidak mungkin seorang salik bisa melanjutkan pencarian ke tahap berikut sebelum syari’ah tuntas.
8) Mereka yang sibuk membahagiakan batinnya tetapi mengabaikan keluarga dan masyarakatnya.
Baca juga : Jenjang Transformasi Spiritual Manusia (al-Maratib al-Sair)
9) Mereka yang asyik dengan akhiratnya dan mengabaikan dunianya. Tidak boleh seseorang terlalu egois, hanya mengutamakan dirinya meraih kebahagiaan spiritual.
10) Mereka memuji prestasi spiritualnya lantas mengasingkan diri dengan orang lain.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.