Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (18)
Peradaban Dunia Pra Yunani
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Prestasi peradaban Yunani yang ditandai dengan lahirnya sejumlah pemikir besar dunia di antara abad 1-6 SM (akan dibahas secara khusus) masih secara sporadis dikuasai oleh beberapa pusat kerajaan besar dunia seperti Mesir Kuno, Mesopotamia (Sumeria, Babilonia, Asyiria), Peradaban Lembah Indus, Tiongkok Awal (Dinasti Xia, Shang, Zhou awal), Kebudayaan pra-Yunani (Minoa, Mikene), Anatolia (Peradaban Hatti dan Het), dan jejak-jejak peradaban Afrika, Eropa Timur, serta Asia Tenggara awal. Pusat-pusat peradaban ini sering disebut era "peradaban awal" atau "proto-ilmiah" sekitar 3000 SM sampai 600 SM, bahkan bisa mundur lagi ke Zaman Perunggu dan Zaman Batu Akhir.
Peradaban sekitar 3000 SM–600 SM sangat kental dipengaruhi oleh mitologi atau kepercayaan dan politik kekuasaan para raja. Ilmu pengetahuan sudah mulai dikembangkan tetapi masih sangat tradisional.
Baca juga : Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 3)
Seperti dunia pertanian, sudah dikenal sistem irigasi sederhana dan kalender bercocok tanam. Juga sudah dikenal administrasi (pencatatan, pajak), konstruksi (arsitektur, teknik), navigasi dan waktu (astronomi dasar), serta upacara dan ramalan (astrologi).
Di antara beberapa contoh pusat kerajaan saat itu ialah Mesir Kuno (± 3000 SM–500 SM), yang artefaknya masih bisa disaksikan di berbagai museum di Mesir. Mereka sudah mengembangkan matematika praktis, seperti konsep luas, volume, pengukuran. Astronomi untuk menentukan waktu dan musim. Kedokteran untuk melakukan operasi dasar, diagnosis penyakit, pengobatan herbal. Arsitektur dan teknik sipil misalnya untuk pembangunan piramid. Karakter peradaban keilmuannya sangat bercorak ritualistik dan simbolik, sains untuk memperkuat kekuasaan Firaun dan sistem keagamaan. Ilmu tidak bebas, sangat terikat pada peran imam dan juru tulis yang dikendalikan raja.
Baca juga : Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 2)
Contoh lain Kerajaan Mesopotamia (Sumeria, Babilonia, Asyiria/Asyur). Peradaban keilmuan saat ini sudah mengenal sistem penulisan paling awal (cuneiform), astronomi dan astrologi (zodiak, perhitungan gerhana), matematika (sistem bilangan berbasis 60, akar dari waktu 60 detik/menit), hukum tertulis, misalnya Kode Hammurabi yang dikenal sebagai salah satu sistem hukum tertulis tertua.
Konsep pengembangan keilmuan masih bersifat praktis dan dipengaruhi dunia tahayul atau mitos. Ilmu langit sangat dominan dan diyakini mencerminkan kehendak dewa. Hal ini bisa dilihat dari tradisi pengamatan langit dalam menentukan kalender dan ramalan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.